5 Wangsit Sebelum Memulai Investasi

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 622 2294560 5-wangsit-sebelum-memulai-investasi-GX8JKe8X3g.jpg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Di masa pandemi banyak orang yang sudah mulai sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan tepat. Selain itu, banyak pula yang memulai langkah awalnya dengan berinvestasi.

Namun, di antara para pemula tersebut, masih banyak yang bingung bagaimana untuk memulai berinvestasi. Mulainya dari mana?

Nah, selagi masih banyak kesempatan, sebaiknya mulai pikirkan sejak sekarang untuk mempelajari dan memulai berinvestasi yang tepat, apalagi jika sudah berorientasi pada masa depan.

Oleh sebab itu, berikut adalah sejumlah tips berinvestasi sebagaimana dilansir dari akun laman Instagram Prita Ghozie, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Cara Jitu Kelola Dana Pensiun agar Tak Cepat Habis

Pertama, investasi untuk apa?

"Setiap memutuskan mau investasi apa, maka kita harus tahu dulu untuk apa berinvestasi. Jawabannya adalah impian yang ingin kamu dan pasangan wujudkan di masa depan. Contoh tujuan investasi aku saat ulang tahun ke 30, dana naik haji, dana pendidikan SMP Arzie dan SD Nizieta, dana liburan ke Eropa tanpa irit dan menderita," ujar Prita.

Kedua, kenalan sama diri sendiri.

Memilih aset investasi harus sesuai dengan tujuan keuangan sendiri dan pastinya yang sesuai dengan kepribadian. Kenali hal-hal seperti, profil risiko (konservatif, moderator, atau agresif).

Lalu, minat atas risiko, lebih memilih aman meski hasil biasa saja atau harus tinggi tetapi berani ambil risiko tinggi. Kemudian, toleransi risiko, seberapa jauh bisa bertahan jika hasilnya di bawah ekspektasi.

 

Ketiga, pastikan punya dana darurat.

Prinsip sebelum memulai investasi adalah sudah bisa mengelola pinjaman dan juga punya dana darurat. Prita memberi pesan, bahwa miliki terlebih dahulu dana darurat minimal tiga kali pos living, baru paralel jalan bareng investasi.

Keempat, hitung kebutuhan investasi.

"Berapa banyak ya idealnya menyisihkan penghasilan untuk menabung dan berinvestasi? Diusahakan minimal 10% dari penghasilan setahun," jelas Prita.

Kelima, pilih investasi di mana.

"Nah, investasi itu jenisnya banyak. Jika punya tujuan tertentu, better pakai satu investasi untuk satu tujuan. Tapi, untuk membangun aset aktif demi pensiun nyaman, maka sebaiknya berbentuk portofolio. Apa pun pilihannya, please no money game," ujarnya.

Adapun pilihannya seperti, investasi fisik yakni emas batangan dan properti, surat berharga yakni deposito, reksa dana, SBN Ritel, sukuk dan saham. Lalu, alternatif seperti pendanaan P2P lending, bisnis dan emas digital.

Perencanaan investasi yang baik seharusnya didasarkan oleh tujuan keuangan.

"Tetapkan dulu apa tujuan yang dimiliki untuk setahun ke depan, lima tahun ke depan, atau bahkan lebih dari sepuluh tahun mendatang, barulah mencari aset investasi yang sesuai untuk membantu meraih impiah yang diinginkan. Pesanku, no ketakutan, no terlalu rakus, no ikut-ikutan, meski itu kata panutanku," ujar Prita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini