Jelang Resesi, Coba Bisnis Jastip Sayuran Buat Emak-Emak Komplek

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 455 2295808 jelang-resesi-coba-bisnis-jastip-sayuran-buat-emak-emak-komplek-tUs2Du0Zjr.jpg Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Membuka usaha bisa menjadi salah satu opsi yang dipilih untuk menghadapi pandemi virus corona dan juga resesi ekonomi. Karena dengan membuka usaha baru maka ada tambahan penghasilan yang bisa digunakan untuk bertahan hidup.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, salah satu model bisnis yang bisa dipilih adalah di bidang jasa. Misalnya saja membuka usaha jasa penitipan (jastip) untuk sayur-sayuran di pasar.

Modal awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan uang untuk membeli sayur-sayuran di pasar induk. Kemudian, sayur-sayuran ini bisa dijual kembali ke ibu-ibu komplek atau dekat rumah.

Baca Juga: Resesi Massal, Daftar Negara yang Ekonominya Minus

Menurut Andi, model bisnis jasa ini sangat menarik apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Karena banyak ibu-ibu pekerja yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk memasak namun masih takut untuk bepergian meskipun hanya sekedar belanja.

Jika ingin terlihat rapih, maka sayur-sayuran tersebut bisa dipaketkan atau dikemas semenarik mungkin. Sehingga, agak terlihat lebih rapih dan juga terjamin kebersihan dan kesehatannya.

"Atau teman saja bisnisnya itu mengambil sayur di pasar induk terus dia jual di ibu-ibu yang ada di kompleknya perumahannya dia. Bisa dibilang kaya jastip," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (19/10/2020).

 

Untuk menghemat biaya atau modal, bisa dengan membuka sistem pree order. Sehingga ketika membeli sayuran di pasar induk, sudah pasti terjual habis dan tidak membuang-buang uang.

"Dan itu biasanya dipaketin sama dia oh mau masak sayur asem atau masak oseng-oseng kacang panjang itu dia sudah beliin kacang panjangnya, bawang putih segala macam sudah dibeliin sama semua terus dipaketin. Dan itu dia jual ke ibu-ibu kompleknya dipaketin," kata Andi. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini