Antisipasi Kelangkaan Pangan, RI Andalkan Sagu

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296812 antisipasi-kelangkaan-pangan-ri-andalkan-sagu-9WPHZkRorR.jpg Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah terus menjaga ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan diversifikasi produk dan konsumsi. Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum untuk membangun kedaulatan pangan melalui diversifikasi, termasuk dengan mengembangkan sagu sebagai salah satu pangan pokok yang berbasis kearifan lokal.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar Pekan Sagu Nusantara (PSN) 2020 bertajuk “Sagu Pangan Sehat untuk Indonesia Maju”, Selasa (20/10) di Jakarta. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingkati Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2020 dan sebagai upaya pemerintah dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: Canggihnya Food Estate Kalteng, Digarap Pakai Teknologi Modern

“Sejalan dengan kebijakan Presiden dalam melakukan pembangunan Indonesia melalui wilayah pinggiran dan 50,33% total luas tanaman sagu Indonesia berada di Pulau Papua, maka Pemerintah telah menjadikan program peningkatan pengelolaan sagu nasional sebagai salah satu program prioritas,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka acara PSN 2020. 

Pemerintah, lanjut Agus, memasukkan sagu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Artinya, Pemerintah memandang sagu sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional terutama dalam menghadapi krisis pangan seperti yang diprediksi oleh FAO.

Pada saat ini posisi pangan Indonesia masih tergantung pada ketersediaan beras. Namun, kondisi di masa mendatang pada tahun 2050, kelangkaan pangan akan terjadi bila tidak dikembangkan pangan lain sebagai pasokan pangan nasional. Presiden Joko Widodo pun menekankan pentingnya peningkatan produksi bahan pangan dalam negeri agar rantai pasokan tak terganggu.

Hilirisasi produk sagu juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, peningkatan potensi pajak, dan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Karenanya, Pemerintah berkomitmen untuk mengawal tumbuhnya industri yang berbasis sagu maupun sagu sebagai bahan pangan,” imbuh Menteri Perindustrian.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini