Sebagai salah satu contohnya adalah ketika ingin menjual produk kosmetik. Rata-rata penjual kosmetik tidak memiliki bahan baku yang jelas sehingga konsumen juga ragu untuk membelinya.
“Barang kosmetik bahan baku itu tidak ada. Nah itu tadi kami terus berikan ke mereka memberikan ingredient yang jelas. Kalau digital nggak bisa dipegang nggak bisa dicoba. Foto dan lain lain (informasi) sangat penting,” ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).
Kusumo menambahkan, persoalan lain yang kerap menjadi persoalan adalah kemasan. Menurutnya, desain packaging makanan dan minuman yang menarik menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli.
“Kami juga menggandeng universitas untuk pelatihan, bagaimana menjadi entrepreneur digital yang handal, kami bantu memberikan desain packaging makanan dan minuman dan juga,” ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)