Rekening Tak Valid, 150 Ribu Pekerja Gagal Dapatkan BLT Subsidi Gaji

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 320 2297058 rekening-tak-valid-150-ribu-pekerja-gagal-dapatkan-blt-subsidi-gaji-pWlardr2T8.jpg BLT (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) atau BLT subsidi gaji yang telah disalurkan kepada pekerja/buruh sebanyak 12.166.471 atau setara dengan 98,09%.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pekerja/buruh yang belum menerima BSU atau BLT subsidi gaji bisa disebabkan kesalahan atau ketidakvalidan data, seperti nomor rekening dan NIK.

Dalam hal terjadi kekurangan atau ketidakvalidan data seperti di atas, pihaknya mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan, kemudian BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada pemberi kerja untuk memperbaiki data pekerjanya yang masuk dalam kriteria penerima subsidi gaji/upah.

"Sampai saat ini yang belum mendapatkan (BSU) sekitar 150 ribuan karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data. Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya, kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan,” kata Ida di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Fix, BLT Subsidi Gaji Gelombang 2 Cair Awal November 

Berdasarkan data Kemnaker per 19 Oktober 2020, bantuan subsidi gaji/upah telah tahap I tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43%); tahap II sebanyak 2.981.531 penerima (99,38%).

Kemudian tahap III sebanyak 3.476.120 penerima (99,32%); tahap IV sebanyak 2.620.665 penerima (94,09%); dan tahap V sebanyak 602.468 penerima (97,39%).

 

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (per 30 Juni 2020).

Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.4 juta pekerja/buruh.

"Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini