Indonesia Resesi, Kemiskinan hingga Pengangguran Melonjak

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 320 2297362 indonesia-resesi-kemiskinan-hingga-pengangguran-melonjak-OA8h0ivm2E.jpg Kemiskinan Meningkat Saat Indonesia Resesi. (Foto:: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat ekonomi Indonesia terancam minus tahun ini. Kementerian Keuangan memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun minus 1,7% hingga minus 0,6%.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, minusnya ekonomi Indonesia tahun ini akan berdampak ke beberapa hal. Salah satunya, kemiskinan yang semakin bertambah seiring pengangguran yang meningkat.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Pengangguran dan Orang Miskin Bakal Makin Banyak

“Seperti kita ketahui bersama juga berdasarkan data Kementerian Keuangan, perekonomian Indonesia pada akhir tahun ini akan mengalami kontraksi antara minus 0,6% sampai minus 1,7%. Tentunya ini akan berdampak terhadap banyak hal. Pertama peningkatan kemiskinan , peningkatan pengangguran,” ujarnya dalam acara outlook 2021 secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Menurut Rosan, saat ini ada sekitar 7 juta pengangguran di Indonesia. Ditambah akibat pandemi covid-19, jumlahnya akan bertambah sekitar 5 hingga 6 juta pengangguran yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kita ketahui bersama pengangguran terbuka 7 juta dan diperkirakan akan menambah sampai 5 juta sampi 6 juta akibat covid-19 ini sehingga total menjadi 13 juta,” ucapnya.

Baca Juga: Mengerikan, 38 Juta Penduduk Asia Timur-Pasifik Akan Jatuh Miskin akibat Covid-19

Tak hanya itu, minusnya pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada perdagangan. Apalagi, 10 mitra dagang Indonesia mengalami kontraksi yang begitu besar akibat pandemi ini.

“Dan kita lihat juga dai angka perdagangan kita dari 10 trading partner kita mengalami kontraksi walau China dan US relatif tidak besar tetapi tetap kontraksi,” ucapnya.

Sementara itu, sektor industri juga terkena imbas terlihat dari 15 faktor industri yang mengalami kontraksi. Meskipun beberapa bidang seperti pertanjan masih mengalami pertumbuhan.

“Kita lihat juga di industri rata-rata mengalami penurunan atau kontraksi dari 15 faktor industri semua mengalami kontraksi. Walaupun di bidang yang paling besar seperti pertanian masih mengalami pertumbuhan relatif masih sangat kecil,” jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini