Belajar dari Kasus MeMiles, 4 Akal Bulus Investasi Bodong Ini Patut Dihindari

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297702 belajar-dari-kasus-memiles-4-akal-bulus-investasi-bodong-ini-patut-dihindari-uxB2j7Be0F.jpg Penipuan Investasi (Shutterstock)

JAKARTA - Investasi ilegal atau bodong saat ini semakin beragam. Sepanjang ada kegiatan menyangkut uang dan merugikan masyarakat saat ini didefinisikan sebagai investasi ilegal.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK sekaligus Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menyampaikan, ada beberapa permasalahan yang terjadi pada investasi ilegal. Pertama, investasi ilegal selalu menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu cepat.

 Baca juga: OJK Catat 270 Ribu Pengaduan Konsumen, Terbanyak dari WA

"Contoh MeMiles dengan top up Rp7 juta kita dapat Fortuner, top up Rp12 juta dapat Alphard, ini banyak sekali yang ikut, tidak masuk akal, justru tidak masuk akal itu jadi challenge bagi mereka," ujar Tongam dalam acara Seminar Capital Market Summit And Expo 2020, Kamis (22/10/2020).

Kedua, investasi ilegal kerap menjanjikan bonus dari adanya perekrutan anggota baru. Padahal, dalam perdagangan bonus akan diperoleh jika semakin banyak barang yang dijual dan investasi ilegal justru semakin banyak anggota semakin banyak bonus yang didapatkan.

 Baca juga: Agar Tak Tertipu Seperti Kasus Jouska, Pelajari Dulu Apa Itu Investasi

Ketiga, investasi ilegal sering memanfaatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan selebriti untuk menarik perhatian masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan menonjolkan testimoni dari tokoh tersebut dan dapat menarik perhatian.

"Seperti di kota-kota yang kental dengan agama, mereka menggunakan tokoh agama (untuk menarik investasi) karena kalau tokoh agama sudah ikut mereka mengatakan bisa kegiatan itu untuk ikut," kata dia.

Keempat, investasi ilegal kerap mengklaim produk investasinya tanpa risiko dan ini tidak masuk akal. Terakhir, legalitas yang dimiliki tidak ada, seperti tidak memiliki izin usaha, izin produk, izin kegiatan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini