Erick Thohir Beri Penugasan Khusus ke Pertamina, Apa Itu?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297722 erick-thohir-beri-penugasan-khusus-ke-pertamina-apa-itu-WNGC3T2Q4t.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan arahan kepada PT Pertamina (Persero) untuk terus berinvestasi dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan dan ketahanan energi nasional.

Menurut Erick Thohir, salah satu yang sudah dilakukan dengan menjalankan program B30. Kebijakan B30 adalah program bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor yang komposisi BBM dicampur 30% minyak kelapa sawit.

Baca Juga: Erick Thohir Siap Wujudkan Ketahanan Energi di Indonesia

Sebagai gambaran, program B30 pada 2020 diproyeksi mampu menyerap biodiesel dalam negeri sebesar 9,6 juta kiloliter (kL) sehingga akan mengurangi impor solar sebesar 3 juta kL. Selain itu, bakal meningkatkan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp13,81 triliun, serta mengurangi emisi GRK sebesar 14,25 juta ton CO2 atau setara 52.010 bus kecil.

“Dapat kita lihat transformasi ini terjadi, implementasi program B30 sudah berjalan,” ujarnya dalam acara webminar pengembangan energi baru terbarukan, Kamis (22/10/2020).

Selain itu, Erick Thohir juga meminta Pertamina melakukan percepatan program gasifikasi batu bara. Nantinya hasil dari konvesi batu bara ini bisa digunakan untuk bahan bakar ataupun bahan baku industri kimia.

Adapun cara kerja teknologi gasifikasi, batu bara akan diubah menjadi syngas yang kemudian akan diproses kembali menjadi produk yang bernama dimethyl ether (DME). Selain batu bara, bahan baku DME bisa berasal dari CBM, biomassa, gas bumi hingga limbah.

Baca Juga: Daftar BUMN yang Paling Babak Belur Kena Efek Covid-19

Adapun saat ini dua perusahaan pelat merah, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk telah menjalin kerja sama dalam proyek gasifikasi batu bara. Dengan ini diharapkan gasifikasi batu bara bisa menekan angka impor LPG di tanah air.

“Percepatan program gasifikasi batubara untuk dijadikan methanol dan DME sehingga bisa mengurangi import LPG yang sekarang sudah mencapai 6 juta metrik,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini