Sri Mulyani Marah Pemulihan Ekonomi di Daerah Lambat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297960 sri-mulyani-marah-pemulihan-ekonomi-di-daerah-lambat-C1uNDfAuNu.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani geram penyerapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) masih rendah. Hal ini terlihat dari PEN didaerah yang masih sedikit disalurkan. 

"Saya ingin menggaris bawahi bahwa pada saat pemerintah pusat melakukan dan terus menerus melihat alokasi maupun distribusi serta penyerapan dari program-program PEN, kita melihat di tingkat daerah masih perlu untuk ditingkatkan," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Beda Krisis 1998-2008 dan 2020, Efek Corona Lebih Dahsyat

Beberapa belanja pemerintah daerah yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi masih sangat minim. Hal ini terlihat dari penyerapan anggaran kesehatan masih rendah. 

"Saya melihat dari sisi kesehatan dari Rp30,4 triliun, belanja kesehatan di tingkat daerah yang seharusnya bisa membantu masyarakat hingga akhir september baru Rp13,3 triliun yang dibelanjakan," katanya.

Ini menandakan bahwa banyak sekali halangan atau kendala di sisi non anggaran yang perlu untuk diatasi bersama. Sehingga dunia usaha dan masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari desain APBN dan APBD.

"Ini yang memang juga mengalami sok sangat besar pada tahun 2020 ini akibat Covid-19, namun sudah kita masukkan di dalam struktur yang baru dan seharusnya bisa segera di akselerasi untuk pelaksanaannya," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini