Resmikan Jembatan Teluk Kendari, Jokowi: Lahirkan Sentra Ekonomi Baru

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 470 2297810 resmikan-jembatan-teluk-kendari-jokowi-lahirkan-sentra-ekonomi-baru-WMx50fc4kl.png Jokowi Resmikan Jembatan Teluk Kendari (Foto: BPMI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan jembatan kabel atau cable stayed bridge terpanjang ketiga di Indonesia, setelah Jembatan Suramadu dan Jembatan Pulau Balang yakni Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara (Sultra). Jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 1,34 km.

“Maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Jembatan Teluk Kendari saya resmikan hari ini,” katanya di Kota Kendari, Kamis (22/10/2020).

Dia mengatakan bahwa jembatan ini dibangun sejak tahun 2015 dengan menelan biaya hingga Rp804 miliar. Namun menurutnya lamanya proses pembangunan dan besarnya biaya akan sebanding dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Bagi masyarakat Kota Lama yang berpergian ke Kecamatan Poasia yang biasanya menyeberangi Teluk Kendari menggunakan Ferry dan memutari teluk sejauh 20 km dengan waktu tempuh 30-40 menit, sekarang hanya perlu waktu 5 menit,” ujarnya.

Baca Juga: Kunker ke Sultra, Jokowi Akan Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan Teluk di Kendari 

Jokowi mengatakan bahwa kelancaran konektivitas dan akses ini akan membuat mobilitas barang, jasa, dan manusia menjadi semakin efisien. Dia pun yakin bahwa daya saing Provinsi Sultra akan semakin meningkat, khususnya di Kota Kendari.

“Jembatan ini dibangun untuk mendukung pengembangan Kawasan Konawe dan Pelabuhan Bungkutoko. (Ini) yang akan dimbangkan sebagai kawasan industri Kendari New Port dan kawasan-kawasan pemukiman baru, sehingga memunculkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang baru di Kendari dan di Provinsi Sultra,” ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali menekankan bahwa segala infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah haruslah memiliki nilai tambah. Baik jembatan, jalan tol maupun bandara harus terintegrasi dengan kawasan-kawasan pertanian, perkebunan dan industri yang sudah ada.

“Sehingga betul-betul memberikan daya ungkit kepada produktivitas dan daya saing. Dan juga memunculkan sentra-sentra ekonomi pertumbuhan baru. Yang tentu saja kita harapkan dapat memunculkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak,” pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini