Cerita Sri Mulyani: Dulu Banyak Calo dan Uang Sogokan di Kemenkeu

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 320 2299545 cerita-sri-mulyani-dulu-banyak-calo-dan-uang-sogokan-di-kemenkeu-xPqoIz9uuf.jpeg Suap (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan sempat memiliki reputasi yang buruk. Sebab, di kantor Direktorat tersebut banyak calo - calo untuk mencairkan anggaran.

"Saat saya menjadi Menteri Keuangan pada 2005, Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai reputasi yang tidak baik. Banyak sekali orang antri, membawa map dan kemudian muncullah calo -calo untuk mencairkan anggaran," katanya dalam webinar secara virtual, Senin (26/10/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Pemanfaatan Ekonomi Syariah di Indonesia Belum Optimal

Dia menceritakan, dahulu jika ingin mencairkan anggaran yang dibutuhkan kementerian atau lembaga hanya perlu membawa map. Dalam map tersebut isinya bukan dokumen namun uang sogokan.

"Jadi untuk cairkan anggaran hanya perlu bawa map, yang isinya uang sogokan," jelasnya.

Baca Juga:  Sri Mulyani Bidik Dana Wakaf Rp217 Triliun

Untuk mengatasi hal tersebut, kementerian keuangan melakukan reformasi total di direktorat tersebut. Caranya dengan membuat tahapan sistem pencairan, dimulai dari front office, middle office hingga back office.

"Hal itu dilakukan untuk melakukan pelayanan yang transparan. Itu cara pertama mulai bersihkan calo-calo anggaran, sehingga kantor-kantornya menjadi relatif baik. Dilakukan otomatisasi dalam pelayanan sehingga masyarakat makin tahu," jelasnya.

Selain itu, Kemenkeu juga menerapkan modul penerimaan negara. Dimana sisi arus uang masuk, baik dari pajak hingga penerimaan bukan pajak masuk ke kas negara melalui perbankan.

"Dengan melalui perbankan, tidak ada lagi interaksi dengan teman teman di kementerian keuangan," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini