Ada La Nina, Mentan: Kita Tak Boleh Kalah dengan Alam

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 320 2299633 ada-la-nina-mentan-kita-tak-boleh-kalah-dengan-alam-YQbzUSbZB7.jpg Mentan Syahrul Limpo (Dok. Kementan)

JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia terancam cuaca ekstrem imbas La Nina. Fenomena cuaca ekstrem itu akan berlangsung hingga puncaknya pada Februari 2021.

Kementerian Pertanian menekankan akan mengantisipasi La Nina agar tidak membuat masa panen petani tidak rusak.

 Baca juga: Diancam La Nina, Stok Beras Aman?

"La Nina datang kita harus persiapakan langkah yang tepat. Kita enggak boleh kalah dengan alam," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam video virtual, Senin (26/10/2020).

Dia mengungkapkan adanya La Nina ini akan berdampak pada ancaman banjir dan longsor dan kegagalan panen daerah tertentu. Karena airnya yang banyak dan akan menimbulkan banyak hama.

 Baca juga: La Nina Ancam Indonesia, Petani Harus Apa?

"Karena airnya banyak dan gejala hama yang mana muncul saat banjir ada," katanya.

Sebagai informasi, La Nina terjadi di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di bagian tengah dan timur wilayah Indonesia. Di wilayah-wilayah ini terjadi peningkatan curah hujan yang tidak biasa.

 Baca juga: Tak Disangka, RI Punya 'Harta Karun' Sektor Pangan

Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor. Selain itu, La Nina juga dapat merusak tanaman, termasuk sawah dan tanaman-tanaman semusim yang terkena dampak hujan berkepanjangan dan banjir.

Karena pada kurun waktu itu,kapasitas sungai dan debit air di sejumlah wilayah berlebihan sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya.

Pada tahun 2018, fenomena La Nina terakhir terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Saat ini berdampak pada gagal panen. Hal ini membuat harga beras menjadi tinggi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini