Diancam La Nina, Stok Beras Aman?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298407 diancam-la-nina-stok-beras-aman-jnI3HxFNal.jpg Stok Pangan di Tengah Prediksi La Nina. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - BMKG meramalkan beberapa wilayah Indonesia akan mengalami fenomena La Nina. Sejumlah komoditas pertanian pun terancam gagal panen akibat fenomena alam tersebut.

Lalu, bagaimana persiapan Kementerian Pertanian dalam menyediakan beras saat menghadapi La Nina nanti?

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengatakan, produksi beras sepanjang 2020 sangat aman. Hingga akhir Desember 2020 nanti, ada stok sekitar 7 juta ton.

Baca Juga: La Nina Ancam Indonesia, Petani Harus Apa?

"Realisasi ini akan terus positif, apalagi ada support program Kostratani. Food Estate juga sudah digulirkan di Kalimantan Tengah," kata Kuntoro saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Dia menjelaskan, mengawali 2020, Indonesia memiliki stok awal beras sekitar 5,9 juta ton. Sepanjang musim tanam (MT) I-2020, produksi beras total sekitar 30,6 juta ton.

Baca Juga: 

Produksi ini didulang dari luas tanam 6,1 juta hektare di MT-I 2020 Oktober-Maret 2019/2020. Ada juga luas lahan 5,4 Juta Hektar pada MT-II April-September 2020.

"Fase produksi ini total menghasilkan 17,06 Juta ton beras dengan nilai Rp172 Triliun. Cadangan beras pun semakin kompetitif, apalagi ada stok 5,94 Juta ton dari Desember 2019," ujarnya.

Dari angka produksi tersebut, kata dia, kebutuhan konsumsi masyarakat dari Januari-Juni 2020 mencapai 15,17 Juta Ton. Lalu, didapatlah stok beras mencapai 7,83 Juta Ton. Untuk menaikan akselerasi produksi beras, program percepatan produksi juga digulirkan.

Periodenya mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5.621.074 Hektar. Hasilnya, produksi beras dari Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5-15 Juta ton. Bila dijumlahkan seluruhnya, produksi dan setok beras pada MT-II 2020 mencapai 22,09 Juta on.

"Terkait pangan, semuanya tetap positif. Sekali lagi, setok beras tetap aman hingga akhir 2020. Beragam upaya terus dilakukan untuk menaikan produktivitasnya. Beragam percepatan juga dilakukan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini