Jelang Resesi, Penyaluran Kredit Bank Minus Jadi Rp5.529 Triliun

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300145 jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun-3xLgfGabTr.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan terkontraksi pada September 2020. Penyaluran kredit pada September 2020 tercatat sebesar Rp5.529,4 triliun atau tumbuh negatif -0,4% (yoy), berbalik arah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (0,6%, yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat dari 0,7% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi tumbuh negatif -0,7% (yoy) pada September 2020.

 Baca juga:Makin Murah, Kini Suku Bunga Kredit Turun Jadi 9,85%

"Demikian juga, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan, dari 1,0% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada bulan laporan," katanya di jakarta selasa.

Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).

KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri makanan khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan minyak kelapa sawit di Sumatera Utara dan Lampung.

Baca juga: Menteri Edhy: Kok Petambak Sulit Dapat Kredit dari Bank?

Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 3,4% (yoy) pada September 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy). Menurut Onny perlambatan tersebut terutama pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Listrik, gas, dan air bersih (LGA).

KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan melambat, dari 1,4% (yoy) menjadi 1,2% (yoy) pada September 2020, terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor perkebunan tebu di Sulawesi Tenggara dan Lampung. "Sementara itu, KI sektor LGA pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -0,6% (yoy), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya (1,2%, yoy), khususnya pada subsektor ketenagalistrikan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan," jelas dia.

Adapun pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) pada September 2020 melambat, dari 1,1% (yoy) pada bulan Agustus 2020 menjadi 0,8% (yoy), disebabkan oleh perlambatan pada kredit KPR/KPA dan KKB.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini