NEW YORK - Harga emas turun sebanyak 2% dan perak hampir 6% pada perdagangan Rabu (28/10/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan investor berbondong-bondong ke dolar karena tidak adanya tanda-tanda langkah-langkah stimulus fiskal AS yang akan segera terjadi untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi Covid-19.
Melansir CNBC, Jakarta, Kamis (29/10/2020), harga emas spot mencapai level terendah sejak 28 September di USD1.869,21 per ons sebelum pulih ke USD1.881,41. Emas berjangka AS turun 1,5% menjadi USD1.882,70.
Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, Harga Emas Antam Stagnan
Perak merosot hingga USD23, terendah sejak 7 Oktober.
"Logam sangat bergantung pada lebih banyak stimulus pada saat ini dan bear camp sepenuhnya terkendali di sini," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
"Secara keseluruhan, pasar emas melemah karena penguatan dolar karena kurangnya langkah-langkah stimulus dan mentalitas risk-off menuju pemilihan ini," tambahnya.
Baca juga: Harga Emas Antam Mager di Rp1.007.000/Gram, Berikut Rinciannya
Dolar melonjak 0,6% ke level tertinggi lebih dari satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dengan prospek lockdown Eropa yang baru membebani euro dan mempercepat kejatuhan ekuitas.