3 Langkah Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah versi BI

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 320 2301543 3-langkah-kembangkan-ekonomi-dan-keuangan-syariah-versi-bi-86qpyraPYg.jpg Syariah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat ada tiga langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat perkembangan digital ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri.

Menurut Deputi Gubernur BI Sugeng yang pertama, membangun kerjasama dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menguntungkan antar negara, agar keunggulan setiap negara dapat saling dimanfaatkan.

"Jadi, beberapa kerja sama yang bisa dilakukan antara lain, rantai nilai halal (halal value chain) dan layanan pembayaran lintas negara (cross border payment services)," ujar dia dalam acara ISEF 2020, dikutip Jumat (30/10/2020).

Baca Juga: Modus Baru Bobol Uang di ATM 'Ngelem', BI: Hati-Hati

Kemudian, lanjut dia negara-negara OKI ini memiliki keunggulan dan potensi ekonominya masing-masing. Kedua yakni kolaborasi. Seiring dengan digitalisasi yang sedang berlangsung di dunia, BI menyadari bahwa risiko dunia maya perlu ditangani dengan baik.

"Dalam hal ini, kolaborasi antar negara-negar OKI dalam bentuk cyber security sharing platform menjadi penting. Seperti di tingkat kawasan, negara-negara ASEAN telah menginisiasi ASEAN CRISP (Cybersecurity Resilience and Information Sharing Platform)," ungkap dia.

Dia menambahkan langkah ketiga, adalah literasi, ini merupakan aspek fundamental yang perlu diperkuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

 

Dalam Indeks Literasi Ekonomi Islam Indonesia 2019 yang diterbitkan oleh BI, tercatat indeks literasi sebesar 16,3%, dengan skala hingga 100%. Data tersebut mencerminkan peluang lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah.

"Pemberdayaan penelitian, pengkajian, dan pendidikan sangat penting untuk meningkatkan dan memastikan literasi masyarakat di bidang ekonomi dan keuangan Islam. Jadi baik sebagai penyedia maupun sebagai pengguna produk halal," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini