Industri Ritel Butuh Subsidi Tunai Biar Enggak Bangkrut

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 320 2301928 industri-ritel-butuh-subsidi-tunai-biar-enggak-bangkrut-PeSQerzyVH.jpg Ritel (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meminta pemerintah agar industri ritel perlu mendapatkan bantuan.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan bantuan yang diperlukan adalah subsidi uang tunai untuk membayar gaji karyawan.

"Subsidi tunai buat gaji karyawan dulu. Pinjaman modal kerja. Lalu bebaskan pembayaran pajak," ujar Budihardjo di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Gramedia Mal Taman Anggrek Tutup karena Masalah Sewa?

Kata dia, jika tidak ada bantuan pemerintah maka Industri ritel bisa gugur terutama yang lokal. Hal ini dikarenakan modal yang tidak kuat.

"Dan harus segera ada bantuan pemerintah," jelasnya.

Sebagai informasi, Robinson Singapura, salah satu peritel tertua dengan catatan lebih dari satu abad berbisnis, akan tutup untuk selamanya menyusul kerugian dalam beberapa tahun terakhir. Tapi dua toko terakhirnya di The Heeren dan Raffles City Shopping Center mungkin akan tetap buka beberapa saat lagi untuk penjualan akhir.

 

Tutupnya peritel ini mengakhiri setidaknya enam tahun kerugian yang ditorehkan oleh Robinsons. Catatan keuangan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian setelah pajak dari operasi yang dilanjutkan sebesar 26,5 juta dolar Singapura pada tahun 2014.

Angka ini semakin merosot hingga tahun 2018, ketika perusahaan mencatat kerugian sebesar 54,4 juta dolar Singapura. Terjadi perbaikan pada tahun 2015, ketika kerugiannya berkurang menjadi 17,4 juta dolar Singapura.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini