Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkah Pandemi, Amazon Kebanjiran Orderan

Berkah Pandemi, Amazon Kebanjiran Orderan
Amazon (Foto: Business Insider)
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat Amazon.com Inc memperkirakan akan ada lonjakan penjualan musim liburan. Sebab, konsumen masih akan lebih memilih berbelanja daring di tengah pandemi.

Sejak awal wabah virus corona melanda Amerika Serikat delapan bulan lalu, konsumen beralih ke pembelian online. Mereka menggunakan pelayanan Amazon untuk pengiriman bahan makanan, barang rumah tangga, dan persediaan medis.

Baca Juga: Hampir 20.000 Pekerja Amazon Positif Covid-19

Banyak toko fisik yang tutup, sedangkan Amazon malah merekrut lebih dari 400 ribu pekerja. Perusahaan mencatatkan pendapatan USD6,3 miliar pada kuartal yang baru saja berakhir. Ini adalah rekor laba kedua berturut-turut.

Hal itu menempatkan peritel daring terbesar di dunia di pusat masalah ketenagakerjaan dan politik. Politisi Demokrat pada bulan ini menuduh Amazon memegang "kekuasaan monopoli" atas ppara edagang di platformnya. Hal ini diperdebatkan oleh Amazon. Sementara itu, lebih dari 19 ribu karyawan Amazon AS terjangkit Covid-19, dan beberapa staf memprotes penutupan tempat kerja.

Baca Juga: Amazon Bakal Ambil Alih Toko JcPenney Jadi Gudang

Chief Financial Officer Brian Olsavsky mengatakan Amazon memperkirakan akan membelanjakan sekitar USD4 miliar biaya terkait Covid-19 pada liburan ini, naik dari USD2,5 miliar pada kuartal lalu. Perusahaan sedang melakukan tes virus corona terhadap para karyawannya dan memberi alat pelindung diri untuk karyawan baru. Amazon mengatakan kegiatan bekerja menjadi kurang produktif karena harus menjaga jarak sosial di gudangnya, yang menyumbang sebagian besar dari biaya pandemi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement