Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Tak Bisa Dikompromikan meski APBN Kempes

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 02 November 2020 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 320 2303020 sri-mulyani-anggaran-pendidikan-tak-bisa-dikompromikan-meski-apbn-kempes-vxW2CG6W7Q.jpg Sri Mulyani (Foto: Instagram/@smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indarwati menyebut pemerintah tetap akan prioritaskan anggaran pendidikan 20% dari APBN. Meskipun ekonomi sedang tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Anggaran pendidikan harus 20% dari APBN, apapun yang terjadi. Jadi walaupun kondisi APBN lagi kempes, lagi besar, ekonomi menghadapi Covid-19 itu tidak boleh dikompromikan," ujar Sri Mulyani dalam acara studium general yang diselenggarakan LPDP, Senin (2/11/2020).

Dia menjelaksan komitmen pemerintah tersebut sejalan dengan keinginan Indonesia untuk dapat memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini untuk bisa bersaing seperti negara lain.

"Peningkatan kualitas SDM akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan karena terbentuknya karakter yang inovatif, kreatif, hingga kompetitif dalam melihat suatu perubahan," ungkap dia.

Menurutnya pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, salah satunya untuk pemberian beasiswa LPDP kepada lebih dari 20 ribu masyarakat Indonesia. Di mana tahun ini, penerima LPDP berjumlah 1.659 orang yang terdiri dari 785 orang laki-laki dan 877 orang perempuan.

"Kami telah merinci pengalokasian, seperti untuk Sumatera 249, orang, Jawa 1.041 orang, Kalimantan 55 orang, Nusa Tenggara dan Bali 132 orang, Sulawesi 132 orang, Papua 30 orang, serta Maluku 28 orang. Lalu yang mengambil Phd 323 orang, dokter spesialis 54 orang, dan magister 1.263 orang," jelasnya.

Dia juga menambahkan pemerintah juga sedang mengalokasikan anggaran untuk penyandang disabilitas, Indonesia timur, hingga anak-anak dari keluarga pra sejahtera.

"Kami (pemerintah) turut memprioritaskan anak yang berasal dari keluarga miskin untuk tetap bersekolah sebagai langkah untuk memutus rantai kemiskinan," tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini