Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Booming Bisnis Influencer Virtual

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 02 November 2020 |13:04 WIB
Booming Bisnis Influencer Virtual
Influencer Jadi Bisnis Menarik di Tengah Covid. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Influencer virtual mendapatkan perhatian besar sebelum Covid-19 meluas. Namun, baru-baru ini ada satu akun instagramnya yang menarik perhatian dunia yakni Seraphine.

Postingan instagram bertema kucing dan juga rambut merah muda tergerai telah menarik ribuan penggemar. Akun ini diciptakan Riot Games Inc yang merupakan studio di balik gam e-sport terkenal League of Legends

Sekarang jumlah pengikutnya hampir 400.000 dan muncul di Shanghai untuk mempromosikan musiknya. Padahal influencernya saat ini sedang berdarah-darah karena terjebak di rumah meskipun sudah diizinkan untuk keluar rumah dengan menggunakan masker.

Baca Juga: Kunci Sukses Terhindar dari Bangkrut

Saat ini, minat dari influencer digital sangat besar dan cepat. Para pemilik brand menyiapkan USD15 miliar atau setara Rp220 triliun (mengacu kurs Rp14.500 per USD). Angka ini mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya sebesar USD8 miliar atau setara Rp118 triliun.

Sebagian besar uang tersebut justru milik dari influencer virtual. Sedangkan sisanya seperti pemasaran tradisional mengalami tekanan yang sangat serius.

“Influencer virtual, meski palsu, memiliki potensi bisnis yang nyata. Mereka lebih murah untuk bekerja daripada manusia dalam jangka panjang, 100% dapat dikontrol, dapat muncul di banyak tempat sekaligus, dan yang terpenting, mereka tidak pernah menua atau mati,” ujar Founder of Virtualhumans, Christopher Travers, Senin (2/11/2020).

Seraphine yang pada 13 Oktober lalu menjadi karakter yang dapat dimainkan di League of Legends. Yang menarik sebanyak 8 juta pengguna harian secara bersamaan. Menurut Travers, hal tersebut pun menjadikannya salah satu dari sekitar 125 influencer virtual aktif,

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Berkantong Tebal Berkat Jualan Minuman Sehat

Lebih dari 50 dari mereka memulai debutnya di media sosial dalam 18 bulan hingga Juni 2020. Di YouTube, jumlah influencer virtual lebih dari 5.000.

Pandemi mungkin membawa pengaruh besar kepada para influencer, namun ternyata pengaruh besar justru disebabkan oleh Gen Z yang mempopulerkan hal tersebut. Kelompok itu diperkirakan berjumlah lebih dari 2,56 miliar pada akhir tahun ini.

Dan saat anggota tertuanya mulai mencapai usia pertengahan 20-an, penghasilan mereka meningkat, membuat mereka menarik bagi pemasar di seluruh dunia. Menurut McKinsey & Co., kaum milenial dan Gen Z mewakili daya beli sekitar USD350 miliar atau setara Rp5.145 triliun di AS saja.

“Mengetahui minat dan kebiasaan penjelajahan basis pemain muda dan paham teknologi kami menjadi jelas bahwa media sosial menyediakan platform potensial untuk bercerita dengan cara yang tidak mungkin dilakukan untuk bagian lain dari IP berbasis fantasi kami,” jelasnya

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement