Terungkap Fakta, Pengangguran di RI Didominasi Milenial Berpendidikan

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 320 2303409 terungkap-fakta-pengangguran-di-ri-didominasi-milenial-berpendidikan-SMLIWcuCSj.jpeg Generasi Milenial (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan alasan mengapa Kartu Prakerja memberikan bantuan dana pelatihan dan marketplace.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di Indonesia didominasi oleh anak muda dan relatif berpendidikan. Bahkan, pertumbuhan angkatan kerja per tahun didominasi anak muda dan relatif berpendidikan.

Baca Juga: Dari 40 Juta Pendaftar Kartu Prakerja, Hanya 5,6 Juta Orang Dapat SK

"Mayoritas penganggur, sebanyak 73%, belum pernah bekerja dan belum pernah ikut pelatihan. Ditambah jumlah anak muda dengan status Not In Education, Employment, Training (NEET) sebanyak 30%," ujar Denni dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa(3/11/2020).

Riset dan penelitian yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukkan bahwa baik pekerja maupun pengusaha membelanjakan uang terlalu sedikit untuk pelatihan. Selain itu, di jobplace, terdapat skill mismatch, skill gap, dan skill shortage.

"Maka dari itu, Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem-problem tersebut. Karena ada masalah kemampuan membeli pelatihan atau daya beli, maka diberikanlah beasiswa dalam bentuk bantuan tunai," tambah Denni.

Namun, sekadar beasiswa saja tidaklah cukup. Masih ada masalah informasi pelatihan yang sulit didapat, maka disediakan e-marketplace melalui Kartu Prakerja.

"Untuk masalah skill shortage/gap/shortage, dijawab dengan kerjasama antara Kemdikbud, job info, dan job matching," ucapnya.

Denni mengatakan, dana insentif untuk Kartu Prakerja berasal dari APBN dan langsung diberikan kepada peserta yang lolos seleksi. Hal ini berbeda dengan skema program pelatihan reguler melalui Kementerian.

"Ini sistemnya transparan. Dengan dana yang langsung diterima peserta, mereka memiliki choice atau pilihan. Mereka bisa memilih platform dan lembaga pelatihan untuk kursus mereka selanjutnya," terangnya.

Dia menambahkan, kartu Prakerja pun bukanlah kartu fisik sebagaimana yang mungkin dipahami oleh banyak orang. Kartu Prakerja, layaknya kartu kredit yang digunakan untuk belanja online, memiliki 16 digit angka unik yang dapat digunakan penerima program untuk melakukan pembelanjaan pelatihan pada platform digital mitra resmi kartu Prakerja.

"Kartu Prakerja hadir dengan cara-cara baru yang tidak linier, sebagai salah satu wujud reformasi birokrasi dan juga hadir digital melayani. Ini juga untuk mewujudkan visi Presiden Joko Widodo demi Indonesia Maju 2045 dan SDM unggul," tukas Denni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini