Produk Prancis Masih Mejeng di Mal meski Ada Seruan Boikot, Apa Kata Konsumen?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 320 2303667 produk-prancis-masih-mejeng-di-mal-meski-ada-seruan-boikot-apa-kata-konsumen-jxHRJRx9h5.jpg Produk Prancis (Foto: Okezone/Giri)

JAKARTA - Seruan boikot produk Prancis kini masih terus menggema. Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Islam.

Di Indonesia, ada beberapa barang asal Prancis yang masih dijual di dalam negeri. Salah satunya adalah produk kecantikan atau kosmetik seperti L'Oreal dan Maybelline.

L'Oreal sendiri merupakan perusahaan kecantikan yang ternama asal Prancis. Sementara Maybelline sejatinya berasal dari Amerika Serikat, namun diambil alih oleh L'Oreal grup yang berasal dari Prancis.

Lantas, siapkah masyarakat beralih ke merek lain jika produk Prancis diboikot? Beberapa wanita mengaku siap dan sudah menyiapkan alternatif merek produk jika barang asal Prancis termasuk make up diboikot.

Salah satunya adalah wanita bernama Richania Reza Prima. Jika produk Prancis diboikot dan ditarik, maka dirinya akan beralih ke produk lain.

“Kalau diboikot terus beneran ditarik semua produknya, ya sudah cari produk yang lain lagi,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, salah seorang wanita lainya bernama Veryana Novita mengaku sangat setuju dengan pemboikotan dari produk Prancis ini tak terkecuali make up. Menurutnya, hal ini sebagai efek jera agar Macron bisa menjaga ucapannya sebagai pemimpin negara.

Wanita yang juga memiliki konten video tutorial make up di Youtube ini juga mengaku siap beralih ke produk lain jika L'Oreal dan Maybelline ditarik dari pasaran. Sudah ada beberapa produk yang secara kualitas sama dengan dua produk asal Prancis tersebut.

“Setuju supaya ada efek jera. Siap banget (pindah produk), sudah banyak banget produk makeup yang setara bahkan banyak yang lebih,” ucapnya.

 

Meskipun begitu, bagi produk yang sudah terlanjur dibeli masih akan dia pakai sampai habis. Namun dirinya tidak akan mencari produk baru dengan kedua merek tersebut.

“Kalau yang sudah dibeli masih pakai, tapi untuk beli baru sekarang ini sudah ada kok produk lokal atau produk luar yang lain dan bagus kualitasnya,” kata wanita yang kerap disapa Imel.

Sementara itu, wanita lainnya bernama Fitriani Widjaja mengaku tidak akan berusaha mencari produk kosmetik asal Prancis jika sudah diboikot. Karena menurutnya, akan sangat sulit untuk mencari barang tersebut jika sudah diboikot.

“Kalau beneran diboikot, udah pasti susah dapat barangnya. Bisa jadi enggak ada di store. Ya mau gimana lagi, enggak berusaha nyari juga. Jadi barang dari dua merek itu yang ada di rumah sih kayaknya tetep diapakai, enggak dibuang,” ucapnya.

Menurut karyawan swasta yang kerap disapa Fitri ini, perkataan Macron tentang agama Islam memang sangat menyakitkan. Namun bukan berarti harus sampai menghentikan penggunaan produk Prancis apalagi yang sudah terlanjur dibeli.

“Ucapan Macron memang menyakitkan, tapi untuk menggunakan L'Oreal dan Maybelline kayak enggak harus sampai disetop. Soalnya barang make up atau personal care mereka juga enggak dipake setiap hari,” ucapnya.

Wanita lainnya bernama Hestria Maulindra mengatakan, tidak masalah bagi dirinya jika produk asal Prancis termasuk Prancis diboikot. Karena dirinya tinggal mengganti dua produk kosmetik ke brand lainnya.

“Tapi kalau memang diboikot juga enggak masalah buat aku. Tinggal beli yang lain,” ucapnya sambil tertawa.

Wanita yang juga berprofesi sebagai pengusaha itu menambahkan, dengan dirinya memakai produk L'Oreal atau Maybelline bukan berarti mendukung ucapan Macron.

“Aku sih dari yang waktu Maybelline soal LGBT dan lain-lain gitu menurut aku sih pakai produknya bukan berarti setuju sama apa yang mereka lakukan. Sama saja kayak yang pemerintah Prancis, maksudnya bukan bersrti aku pakai produknya itu mendukung apa yang mereka lakuin,” ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini