Miris, Bandara Terbesar RI Sepi dan Kini Buka Jasa Foto Prewedding

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 320 2303870 miris-bandara-terbesar-ri-sepi-dan-kini-buka-jasa-foto-prewedding-qfk8XcMOte.png Bandara Kertajati (Foto: BIJB)

MAJALENGKA - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Setelah sepi penerbangan akibat pandemi virus corona, Bandara Kertajati kini membuka jasa foto prewedding untuk menambah pendapatan.

Sebelumnya, bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta ini telah melakukan efisien pengoperasian dengan mematikan sejumlah lampu dan AC. Padahal bandara ini menelan investasi yang cukup besar mencapai Rp4,9 triliun.

Pengelola Bandara Kertajati belum lama ini mengunggah sebuah pamflet promosi, yang menawarkan tempat foto prewedding dan foto keluarga di sekitar bandara.

Baca Juga: Bandara Mewah Kertajati Bak 'Kuburan'

Pamflet ini diposting pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu, melalui akun resmi facebook mereka.

Dalam unggahannya, pihak BIJB Kertajati menyediakan tempat di area bandara, yang bisa disewa dan digunakan masyarakat sebagai lokasi foto prewedding maupun foto keluarga.

Sedangkan, pada pamflet tersebut, terlihat dua orang model yang sedang melakukan adegan foto prewedding dengan latar belakang di dekat badan pesawat serta menara ACT. Akan tetapi, setelah lima hari berlalu, unggahan tersebut ternyata sudah dihapus oleh pihak BIJB Kertajati.

Menanggapi hal tersebut, Dirut BIJB Kertajati, Salahudin Rafi mengatakan, pihaknya memang benar menyediakan tempat untuk foto prewedding maupun foto keluarga. Namun, tempat-tempat ini hanya berada di sekitar area publik bandara saja. Bukan di area steril di dalam bandara.

"Prewedding sudah lama, dan di seluruh bandara sudah berlaku. Di publik area tentunya. Jadi, sesuai SOP atau prosedur yang berlaku," katanya saat ditemui Okezone, Selasa (3/11/2020).

Dia menegaskan, pamflet yang sebelumnya diunggah diakun resmi mereka tujuannya hanya untuk sarana promosi. Sedangkan, perihal dua model di dalam pamflet tersebut yang berfoto dengan latar belakang badan pesawat ataupun menara ACT, sambungnya, merupakan hasil rekayasa atau editing.

"Tidak sembarang orang bisa masuk ke non-public area. Foto-foto itu hasil editing karena untuk promosi. Tarifnya ada, karena itu pendapatan non-airotical (penerbangan)," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini