Menristek: Startup Indonesia Jangan Hanya Jadi Follower

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 455 2303823 menristek-startup-indonesia-jangan-hanya-jadi-follower-wRJ1KaFN0v.jpg Startup (Shutterstock)

JAKARTA - Pelaku usaha startup di Indonesia diminta untuk tak hanya meniru produk yang sudah ada di luar negeri. Mereka harus mampu berinovasi dan menciptakan sesuatu yang berbeda agar mampu bersaing di kancah dunia internasional.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan kunci sukses sebuah perusahaan berbasis teknologi itu harus selalu berinovasi. Sebab, jika hanya mengikuti apa yang sudah ada, maka startup asal Indonesia nantinya akan selalu tertinggal.

 Baca juga: RI Jadi Negara Maju, Milenial Ditantang Ciptakan Banyak Startup

"Saya harapkan ketika tampil startup jangan berpikir yang mirip-mirip. Yang penting di sini tunjukkan tidak hanya menjadi follower, karena Anda harus bersaing dengan yang di depan," kata Bambang dalam diskusi daring, Selasa (3/11/2020) malam.

Menurut dia, esensi dari sebuah inovasi adalah keterbaruan. Dengan menjadi pembeda, maka startup buatan milenial Tanah Air pun nantinya akan dilirik dari berbagai penjuru hingga merambah ke mancanegara.

 Baca juga: Banyak Sampah Makanan, Milenial Ini Dirikan Startup

"Kuncimya ada suatu yang baru. Itulah esensi dari inovasi. Punya mental dan stamina yang masih berani mencoba," ujarnya.

Dia mengakui bila menciptakan sebuah inovasi itu memang penuh risiko. Namun, hal itu tak lantas membuat seorang pebisnis untuk tidak berani mencoba. Salah satu solusi agar bisa meminimalisir sebuah risiko adalah dengan cara melakukan riset dan penelitian yang dilakukan secara baik dan benar.

"Tentunya memanage risiko ini jadi penting, tapi ini bisa dimanage kalau kita punya inovasi. Tapi memang tidak ada jaminan. Kita harus hati-hati karena memang tidak mudah untuk menang dalam berbisnis," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini