Harbolnas Masih Banyak Barang Impor, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 622 2305284 harbolnas-masih-banyak-barang-impor-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri-Mj0PdfkIsD.jpg Belanja Online (Shutterstock)

JAKARTA - Hari belanja online nasional (Harbolnas) dinilai belum menyumbang ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya barang impor yang masuk dalam produk UMKM.

"Sisanya masih andalkan cara-cara pemasaran konvensional. E-commerce juga masih didominasi oleh barang impor, sehingga dampak ke ekonomi nasional masih terbatas," kata Ekonom Indef Bhima Yudistira saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

 Baca juga: Harbolnas Belum Bikin Orang Kaya Belanja, Ini Penjelasannya

Kata dia, Harbolnas tentu penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas. Apalagi ditengah perubahan prilaku konsumen untuk lebih banyak konsumsi barang secara online.

"Pandemi membuat pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat hingga 31% berdasarkan data Wearesocial," katanya.

 Baca juga: Alasan Kenapa Orang Tertarik Pegang Uang Tunai saat Resesi

Tapi ada yang menjadi catatan, untuk kelas menengah kebawah daya beli masih rendah sehingga kemampuan beli barang secara online meskipun ada diskon tidak setinggi tahun lalu. Share dari ecommerce terhadap total retail meskipun naik tapi baru di angka 5%.

"Artinya masyarakat masih dominan belanja di pasar tradisional, supermarket, dan minimarket. Problem lain adalah keterlibatan UMKM masih terbatas, karena baru 13% UMKM yang bergabung ke platform digital," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini