JAKARTA - Hari belanja online nasional (Harbolnas) dinilai belum menyumbang ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya barang impor yang masuk dalam produk UMKM.
"Sisanya masih andalkan cara-cara pemasaran konvensional. E-commerce juga masih didominasi oleh barang impor, sehingga dampak ke ekonomi nasional masih terbatas," kata Ekonom Indef Bhima Yudistira saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
Baca juga: Harbolnas Belum Bikin Orang Kaya Belanja, Ini Penjelasannya
Kata dia, Harbolnas tentu penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas. Apalagi ditengah perubahan prilaku konsumen untuk lebih banyak konsumsi barang secara online.