Harga Minyak Melonjak 8,5% Berkat Uji Coba Vaksin Covid-19

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 320 2307017 harga-minyak-melonjak-8-5-berkat-uji-coba-vaksin-covid-19-LHp5tunYrm.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak melonjak lebih dari 8% atau kenaikan harian terbesar dalam lebih dari enam bulan. Hal tersebut setelah perusahaan obat asal Amerika Serikat, Pfizer mengumumkan hasil menjanjikan untuk vaksin Covid-19.

Minyak mentah Brent naik USD3,11 atau 7,9%, menjadi USD42,56 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup naik USD3,15, atau 8,5% menjadi USD40,29.

Baca Juga: Harga Minyak Jatuh Akibat Turunnya Permintaan 1,5 Juta Barel/Hari

“Kompleks minyak bergabung dalam euforia bullish dari berita utama vaksin yang optimis hari ini serta hasil pemilu akhir pekan dengan mengikuti ekuitas yang lebih tinggi,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates di Houston, dilansir dari CNBC, Selasa (10/11/2020).

Pfizer mengatakan vaksin eksperimennya lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19. Kabar baik itu pun membuat rasa optimis bahwa pertempuran melawan pandemi akan segera selesai.

Baca Juga: Wall Street Meroket Sikapi Hasil Uji Coba Vaksin Pfizer dan BioNTech

Sementara itu, Arab Saudi mengatakan kesepakatan produksi minyak OPEC + dapat disesuaikan untuk menyeimbangkan pasar. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, kesepakatan OPEC + tentang pengurangan produksi minyak dapat disesuaikan jika ada konsensus di antara anggota kelompok meningkatkan prospek pasokan yang lebih ketat dan harga minyak lebih tinggi.

OPEC +, yang mencakup negara-negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lainnya, saat ini memangkas 7,7 juta barel per hari (bph), dan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pemotongan tersebut menjadi 5,7 juta barel per hari mulai Januari. Jika OPEC + mempertahankan pembatasan saat ini pada output, itu akan memperketat pasokan dan menyebabkan harga lebih tinggi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini