JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikam sistem keuangan Indonesia selama semester I–2020 tetap terjaga, di tengah meluasnya dampak pandemi Covid-19. Di sektor perbankan, ketahanan likuiditas sangat memadai tercermin dari rasio likuiditas yang tinggi, risiko kredit tetap terkendali dan rasio modal yang kuat.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan di pasar keuangan dan pasar modal, perilaku risk off investor yang terjadi di bulan Maret dan April 2020 telah mereda sejalan mulai pulihnya kepercayaan investor.
Baca juga: Ekonomi RI Mulai Pulih Pertengahan 2021, Sri Mulyani: Bisa Tumbuh 5%
"Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai respons kebijakan dan langkah-langkah yang tiada biasa yang telah ditempuh oleh otoritas anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka penyelamatan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan (SSK)," kata Onny di Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Bank Indonesia (BI) menempuh bauran kebijakan melalui pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, memperkuat stabilisasi di pasar valuta asing, menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan, dan mendorong fungsi intermediasi perbankan.
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Kecerdasan Buatan Bantu Ekonomi Indonesia
"Ke depan pertumbuhan ekonomi domestik dan stabilitas sistem keuangan diprakirakan akan terus membaik," tandasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.