Bunga Kredit Tak Kunjung Turun, Gubernur BI Angkat Bicara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 320 2308601 bunga-kredit-tak-kunjung-turun-gubernur-bi-angkat-bicara-jiKKM8p4KK.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui bunga kredit memang lebih lambat. Hal ini jika dibandingkan penurunan bunga deposito dan bunga di pasar uang.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penyebab bunga kredit masih lesu dikarenakan bunga acuan Bank Indonesia (BI) sejak awal 2020 telah diturunkan hingga 1% atau 100 bps.

 Baca juga: OJK Prediksi Orang Banyak Ngutang di Akhir Tahun

"Penurunan suku bunga di pasar uang periode Juli 2019 - Oktober 2020 sudah mencapai 252 bps. Demikian juga di perbankan bunga deposito turun 165 bps. Yang masih lambat turunnya suku bunga kredit. Beberapa berkaitan dengan persepsi risiko perbankan, sebab penurunan bunga kredit lambat," kata Perry dalam rapat virtual, Kamis (12/11/2020)

Kata dia akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan (KSSK) mendorong pertumbuhan kredit untuk mencocokkan supply dan demand pada perusahaan untuk mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi.

 Baca juga: Pertumbuhan Rendah, Bank Lebih Hati-Hati Salurkan Kredit

"Stimulus penurunan suku bunga ini juga diikuti oleh pasar obligasi maupun saham. Sehingga keseluruhan dengan perkembangan ini transmisi berjalan kecuali kredit yang jadi fokus KSSK bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," bebernya.

Selain itu, pelonggaran kebijakan makroprudensial misalnya menurunkan loan to value dan kebijakan mendorong pertumbuhan kredit. Serta, ada pula kebijakan untuk mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital.

"Ini untuk memastikan likuiditas perbankan lebih dari cukup, supply perbankan untuk siap menyalurkan kredit. Ini jadi fokus KSSK untuk memetakan supply kredit perbankan dan demand agar granular ke sektor-sektor yang perlu didorong," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini