Erick Thohir Kantongi Utang hingga BUMN Babak Belur akibat Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 320 2311258 erick-thohir-kantongi-utang-hingga-bumn-babak-belur-akibat-covid-19-GsNlNR1MtI.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumpulkan ulang data terkait utang dan pendapatan BUMN. Dirinya pun ingin melihat keseluruhan kinerja BUMN.

"Jadi tentu hari ini kita masih mengkonsolidasi data. Alhamdulliah kita udah punya data-data BUMN seperti utangnya, penjualanya dan penurunanya," ujar Erick dalam video virtual, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga: 6 Pegawai KBUMN Positif Covid-19, Bagaimana Erick Thohir?

Kata dia, dari data yang dikumpulkan ternyata 90% keuangan dan kinerja BUMN terdampak akibat Covid-19. Hal ini akan mempengaruhi dividen yang disetorkan pada tahun 2020.

"Baru kemarin tim saya melaporkan bahwa 90% BUMN terdampak. Kalau kita misalnya di tahun dividen kita waktu 2019 itu Rp43 triliun. Tapi sekarang kalau 90% hanya 10% dividen yang kita setorkan" jelasnya

Baca Juga: Dikasih Modal Negara Kinerja BUMN Belum Maksimal, Kok Bisa?

Kalkulasinya, dividen BUMN hanya bisa disetor RP4 triliun atau Rp5 triliun. Namun, dia optimis tahun 2021 kinerja BUMN akan berangsur pulih.

"Jadi setoran itu hampir Rp5 atau 6 trilun aja.Tapi kita melakukan efisien secara operasional dan implementasinya digital saya yakin dividen kita bisa 25% smpe 30% yang kita berikan di 2021," jelasnya

Sebagai informasi, berdasarkan data Bank Indonesia mencatat ULN BUMN meningkat 22,9% menjadi USD58,9 miliar pada Juni 2020. Total ULN Indonesia sendiri mencapai USD408,6 miliar atau setara Rp5.924,7 triliun (kurs Rp14.500).

Angka ini terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD199,3 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar USD209,3 miliar.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan penyebab jumlah utang luar negeri (ULN) BUMN meningkat. Direktur Kekayaan Negara Meirijal Nur mengatakan peningkatan ULN BUMN dikarenakan aksi korporasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini