JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) menimbulkan krisis pada perekonomian Indonesia. Dalam krisis ekonomi ini, salah sektor yang paling terdampak adalah sektor rill, sementara untuk finansial masih aman.
Oleh karena itu, Wapres mengingatkan bahwa krisis di sektor riil ini perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Sehingga krisis yang terjadi di sektor riil ini tidak menular ke finansial.
Baca Juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
“Bila terjadi krisis ganda, yakni krisis di sektor riil dan krisis di sektor finansial, maka pemulihan akan menjadi lebih panjang,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah menegaskan sekaligus berupaya keras untuk mencegah krisis di sektor riil. Sehingga krisis di sektor rill ini tidak menjalar menjadi krisis di sektor finansial.
“Pada awal masa pandemi Covid-19, dengan cepat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN TA 2020,” ucapnya.
Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill. Misalnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun, untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81 triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.
“Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp411 triliun atau lebih dari 60% dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp120 triliun,” jelasny
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.