Masih Ketahan, Kredit Perbankan Diramal Cuma Tumbuh 6% di 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 23 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314465 masih-ketahan-kredit-perbankan-diramal-cuma-tumbuh-6-di-2021-YWEAmCCEQe.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi bahwa kredit perbankan masih dapat tumbuh positif hingga 6 persen di tahun 2021. Namun, laju pertumbuhan kredit dinilai masih akan dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

"Laju kredit perbankan (tahun 2021) diprediksi hanya 5 persen sampai 6 persen, ini kan normalnya 9 persen hingga 11 persen," ujar Tauhid dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (23/11/2020).

 Baca juga: POJK Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Terbit Akhir November

Tauhid beranggapan bahwa penyaluran kredit perbankan ibarat aliran darah manusia yang belum terdorong oleh permintaan pasar. Oleh karena itu, dia memandang bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas bunga acuan menjadi 3,75 persen sangat tepat sebagai pendorong penyaluran kredit.

"BI turunkan suku bunga jadi 3,75 persen untuk mengantisipasi penurunan kredit bank yang sempet 0,28 persen bahkan minus, ini harus ditingkatkan. Karena kami lihat tahun depan masih terjadi (pelemahan) dan menghantui pertumbuhan kredit kita," katanya.

 Baca juga: OJK Beberkan Tantangan dan Kendala Penerapan Restrukturisasi Kredit

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap menurunkan suku bunga BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada 25 basis poin menjadi 3,75 persen.

Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5 persen. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 18 sampai 19 November memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,75 persen. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar Rupiah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini