Defisit APBN Membengkak Jadi Rp764,9 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 November 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314702 defisit-apbn-membengkak-jadi-rp764-9-triliun-bnzqts9uR8.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN) hingga Oktober 2020 mencapai Rp764,9 triliun atau 73,6% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran itu setara dengan 4,67% terhadap PDB.

"Indonesia countercyclical-nya atau fiscal support untuk ekonomi yang kontraksi masih termasuk modest, tidak seperti negara lain yang defisitnya belasan persen," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN Baru 55% Jelang Akhir Tahun 

Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga Oktober 2020 tercatat senilai Rp991,0 triliun atau 70,6% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa itu mencatatkan kontraksi 15,6% dibandingkan realisasi hingga akhir Oktober 2019 senilai Rp1.173,9 triliun.

 

Secara umum, realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp1.276,9 triliun atau terkontraksi 15,4% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.508,5 triliun.

"Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 75,1% dari target senilai Rp1.699,9 triliun," katanya.

Di sisi lain, belanja negara hingga akhir Oktober 2020 tercatat senilai Rp2.041,8 triliun atau 74,5% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 13,6% dibandingkan penyerapan hingga akhir Oktober tahun lalu yang senilai Rp1.797,7 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini