Siapkan Dana Darurat Minimal 6 Kali Pengeluaran

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 November 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 622 2314344 siapkan-dana-darurat-minimal-6-kali-pengeluaran-0APWmmYh4J.jpg Tips Mengatur Keuangan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 berimbas pada seluruh aspek kehidupan, baik kesehatan, gaya hidup dan ekonomi masyarakat. Roda ekonomi yang melambat membuat setiap individu harus beradaptasi, menerapkan pola penerapan keuangan yang lebih cerdas.

Penulis Konten Kreator Alexander Thian menyebutkan, agar milenial terus jaga budget bulanan serta alokasi dana darurat. Hal ini menjaga cash flow lantaran situasi pandemi yang belum berakhir, hingga ekonomi negara yang sudah resmi dinyatakan resesi.

Baca Juga: Cara Atur Keuangan di Akhir Bulan, Jangan Sampai Menyesal

“Dana darurat harus enam kali pengeluaran. Misalkan pengeluaran bulanan Rp2 juta, berarti kita harus punya dana darurat yakni Rp2 juta dikali enam yakni Rp12 juta Rupiah. Selain itu, anggarkan kebutuhan utama, semisal bayar kos, bayar listrik, atau kebutuhan lain yang sifatnya fixed cost. Sisa uang tersebut yang dijadikan kebutuhan tersier, seperti upgrade gadget atau liburan sehabis pandemi," kata Alex di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Alex menekankan, potensi generasi milenial yang sejak dini sudah fasih menggunakan teknologi dan mendapat akses internet serta informasi yang baik.

"Sehingga, hal tersebut seharusnya mampu memfasilitasi generasi milenial untuk lebih melek keuangan," katanya.

Baca Juga: Baru Gajian, Ayo Simak Cara Agar Semua Kebutuhan Tercukupi Selama Sebulan

Lalu, milenial harus smmart spending, alias belanja sesuai kebutuhan. Hal ini agar keuangan tidak terlalu boros.

"Gara-gara pandemi, sebenarnya sifat impulsif aku berkurang banget, karena tidak kemana-mana juga," bebernya.

Sebelumnya, di saat akhir bulan, pengeluaran akan berusaha sangat dihemat karena uang gaji yang diterima mungkin sudah habis saat berada di masa akhir bulan. Pasalnya, kebanyakan orang biasanya akan menghabiskan uang yang dihasilkan secara foya-foya pada masa awal bulan, dan mulai berhemat di saat akhir bulan.

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakakan menjelang akhir bulan, adanya rasa kuatir dan cemas kerap muncul. Hal ini dikarenakan saldo rekening apakah bisa mencukupi hingga akhir bulan.

"Ketika di awal bulan memang seseorang akan menjadi konsumtif dan banyak tergiur untuk membelanjakan uang yang diinginkan," ujar Eko

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini