10 Pekerjaaan yang Paling Banyak Kena PHK Selama Pandemi Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2315765 10-pekerjaaan-yang-paling-banyak-kena-phk-selama-pandemi-covid-19-u7qRwoZ609.jpg 10 Jenis Pekerjaan yang Banyak Lakukan PHK. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker ) mencatat dampak Covid-19 menyebabkan banyak pekerja kehilangan pekerjaanya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 29,12 juta orang penduduk usia kerja terdampak pandemik Covid-19.

Rinciannya, dari 29,12 Juta orang yang terdampak pandemi, yakni pengangguran karena Covid-19 sebesar 2,56 juta orang, bukan angkatan kerja karena Covid-19 sebesar 0,76 juta orang.

Baca Juga: 29,12 Juta Penduduk Usia Kerja Terdampak Pandemi Covid-19

"Memang ada banyak pengganguran akibat Covid-19," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dalam rapat virtual, Rabu (25/11/2020).

Kata dia, ada 10 jenis pekerjaan yang paling banyak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Rinciannya, agen perantara penjualan dan pembelian banyak melakukan PHK sebesar 10,1%, lalu di posisi kedua, diisi oleh pengemudi mobil, van dan sepeda motor yang telah memutuskan karyawannya sebesar 7,3%. Lalu, buruh petambangan dan kontruksi sebesar 6,7%, lalu tenaga perkantoran umum 6,7%.

Baca Juga: Percepat Kurangi Pengangguran dengan UU Cipta Kerja

Lalu posisi kelima diisi oleh teknisi ilmu kimia dan fisika sebesar 5,6%, lanjut pada perusahaan tenaga kebersihan dan juru bantu rumah tangga, hotel dan kantor sebesar 5,1%. Selain itu, pekerja penjual lainnya sebesar 4,5%. Serta, tenaga pengawas gedung dan kerumah tanggan sebesar 4,5% dan pekerja kasar lainnya sebesar 3,8% dan buruh industri pengolahan sebesr 3,9%.

" Apa yang dilakukan kemenaker dari sisi mitigasi covid-19. Ada 10 pekerjaan yang banyak mem-PHK," katanya

Dia pun juga sudah memberinkan bantuan pada pekerja yang masih bekerja.Diantaranya adalah pemberian relaksasi pemberian iuran jaminan ketenagakerjaan pada PP 49 tahun 2020.

Kami mengeluarkan surat ederan pencegahan penyebaran dan penanangan kasus covid dan perlindungan pengupahan pekerja atau buruh. Ada surat ederan terkait dengan keberlangsungan usaha corona virus dan protokol pencegahan di perusahaan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini