OJK Siapkan Izin Online, Dirikan Fintech Kini Semakin Mudah

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2315982 ojk-siapkan-izin-online-dirikan-fintech-kini-semakin-mudah-69CVeuFfuZ.jpg OJK Siapkan Izin Online Fintech. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat perkembangan industri keuangan digital (Financial Technology/Fintech) di Tanah Air. Beberapa terobosan pun telah siap untuk mendorong fintech agar lebih cepat bertumbuh.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, salah satu cara mendorong percepatan fintech dengan mempermudah perizinan. Proses perizinan akan dilakukan secara online selama pandemi.

Baca Juga: Meroket 68%, Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp144 Triliun

"Kami berkomitmen untuk membantu mempercepat perkembangan industri fintech, salah satunya dengan menyediakan perizinan online tanpa tatap muka fisik selama masa pandemi," ujarnya dalam acara penutupan Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, lanjut Nurhaida, pihaknya telah memiliki roadmap untuk pengembangan bisnis fintech. Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan secara rinci terkait roadmap yang sedang direncanakan.

"Kami juga telah memiliki peta jalan pengembangan untuk bisnis fintech, guna mendorong percepatan perkembangan industri fintech yang telah menjadi salah satu visi yang kami usung sebagai regulator," jelasnya.

Baca Juga: Wapres Senang Industri Fintech RI Berkembang Pesat

Menurut Nurhaida, industri fintech memang perlu untuk terus didorong agar bisa tumbuh. Karena dengan perubahan teknologi yang begitu pesar ini mendorong adanya perkembangan fenomena ekonomi.

"Perubahan teknologi yang pesat juga mendorong perkembangan fenomena ekonomi berbagi di masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi berbasis peer-to-peer (P2P) hingga business-to-business (B2B)," jelasnya.

Menurut Nurhaida, jika tidak siap dengan fenomena ini akan memberikan disrupsi di semua bidang. Termasuk juga dari sektor transportasi, perdagangan hingga keuangan.

"Fenomena ini telah terjadi. Jika kita tidak siap akan perubahan ini, maka fenomena tersebut dapat memberikan dampak disrupsi di berbagai industri seperti media, akomodasi, telekomunikasi, transportasi, perdagangan, dan keuangan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini