Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ternyata Bisnis Budidaya Lobster Menggiurkan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 455 2315977 edhy-prabowo-ditangkap-kkp-ternyata-bisnis-budidaya-lobster-menggiurkan-Sm3jjyN7g8.jpg Lobster (Foto: Reuters)

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK hari ini di Bandara Soekarno-Hatta. Penangkapan ini diduga kasus korupsi ekspor benih lobster.

Budidaya lobster memang menarik karena untungnya besar. Pengusaha budidaya lobster bahkan bisa menghasilkan jutaan rupiah dari bisnis ini.

Salah satunya adalah, Handy Pratama yang mendapatkan penghasilan tambahan dengan melakukan budidaya lobster. Selain mengisi waktu karena banyak aktivitas yang dilakukan dari rumah, ternyata budidaya lobster ini bisa mendatangkan cuan.

Baca Juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Viral Janji Prabowo Penjarakan Kader Gerindra Korupsi

Selama enam bulan melakukan budidaya lobster dirinya mendapatkan cuan hingga jutaan rupiah. Handy pun menceritakan awal mula dari usaha budidaya lobsternya. Pemuda 30 tahun ini bercerita bisnis budidaya lobster ditekuni ketika pandemi covid-19 datang.

"Untuk mengisi waktu luang, semasa Work From Home (WFH) karena tidak bisa pergi kemana-mana akibat banyaknya lokasi wisata dan tempat hiburan masih belum dibuka secara penuh," ucapnya belum lama ini.

Baca Juga: Soal Izin Eksportir Benih Lobster, Edhy Prabowo: Silakan Saja Kalau Ada yang Curiga

Lobster yang dibudidaya pun beragam. Dari mulai jenis konsumsi seperti Red Claw hingga jenis Clarkii berwarna merah putih biru dan jingga menghiasi akuarium di rumahnya sehingga membuatnya semakin tampak cantik.

"Hanya dengan terpal berukuran 3x2 meter sebagai wadah, pipa air dan pintu plastik bekas sebagai tempat lobster. Makannya pun bisa di mix seperti pelet udang hingga sayuran toge," ucapnya.

Hasil dari penjualan lobster yang didapatkan juga cukup lumayan. Dalam sebulan, dirinya bisa menghasilkan uang ratusan ribu hingga Rp2 juta.

"Lobster hias dijual per sepasang Rp150.000. Sedangkan lobster konsumsi per 8 ekor dijual dengan harga yang sama yakni Rp150.000," ucapnya.

Selain Handy, ada juga seorang peternak sapi yang meraup untung jutaan rupiah setelah beralih ke budidaya lobster air tawar. Kini, kandang sapi yang berada di belakang rumah miliknya justru disulap menjadi kolam lobster.

Diketahui, sejak beralih ke budidaya lobster air tawar pada pertengahan bulan Januari 2020 lalu, jumlah bibit yang tersedia hingga saat ini telah mencapai 16.000 ekor.

Bahkan, bibit lobster air tawar pun sudah dijual mulai ke Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, hingga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari 16.000 ekor bibit lobster air tawar yang dimilikinya saat ini, sebanyak 6.000 ekor siap dikirim. Begitu juga dengan indukan betina yang sudah bertelur sebanyak 120 ekor.

Adapun dari pihak pemerintah setempat, sangat mendukung dengan adanya warga Desa Rasau Jaya 2 yang membudidayakan lobster air tawar. Sebab, hal tersebut menjadi hal yang sangat baru di wilayah desa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini