Edhy Prabowo Jadi Tersangka Suap, KKP Stop Ekspor Benih Lobster

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316721 edhy-prabowo-jadi-tersangka-suap-kkp-stop-ekspor-benih-lobster-DnfWtqLlwa.jpg Edhy Prabowo Mundur dari Menteri KKP (Foto: Humas KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menerbitkan Surat Edaran Nomor 2289//DJPT/PI.130/XI/2020 Tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP).

Surat itu diterbitkan oleh Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

"Dalam rangka memperbaiki tata kelola pengelolaan benih bening lobster (BBL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan mempertimbangkan proses revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terhitung surat edara ini ditetapkan, penerbitan SPWP dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan," demikian bunyi surat edaran Nomor 2289 yang dikutip Okezone.

Baca Juga: 2 Jenis Benih Lobster Diekspor Edhy Prabowo Buat Nelayan Rugi Besar 

Bagi perusahaan eksportir yang memiliki BBL dan masih tersimpan di packing house per tanggal surat edaran ini ditetapkan, diberikan kesempatan untuk mengeluarkan BBL dari Negara Republik Indonesia paling lambat satu hari setelah surat edaran ini ditetapkan.

"Demikian surat edaran ini disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya," tutupnya.

Seperti diketahui, kini Edhy Prabowo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dirinya ditangkap terkait ekspor benur lobster.

KPK mengungkap adanya dugaan aliran uang sebesar Rp3,4 miliar dari salah satu pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK) berinisial ABT untuk Edhy Prabowo. Uang itu diduga ditransfer oleh ABT ke rekening Ainul Faqih (AF) selaku staf Istri Menteri Edhy Prabowo.

Uang sebesar Rp3,4 miliar yang masuk ke rekening Ainul Faqih, diduga digunakan oleh Edhy Prabowo (EP); istrinya, Iis Rosyati Dewi (IRD); Stafsus Menteri KKP, Safri (SAF); serta Stafsus Menteri KKP lainnya, Andreau Pribadi Misata (APM), untuk belanja barang mewah di Amerika Serikat (AS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini