2 Jenis Benih Lobster Diekspor Edhy Prabowo Buat Nelayan Rugi Besar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316590 2-jenis-benih-lobster-diekspor-edhy-prabowo-buat-nelayan-rugi-besar-XnDJDEtaq5.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok KKP)

JAKARTA - Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ihwal pencabutan aturan larangan ekspor benih lobster kembali mendapat perhatian sejumlah pihak. Hal itu usai Edhy ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penangkapan tersebut disebutkan terkait dengan pengelolaan ekspor benih lobster yang menjadi salah satu kebijakan kontroversi di awal kepemimpinannya sebagai Menteri KKP 2019-2024.

 Baca juga: Edhy Prabowo Jadi Tersangka, PNS KKP Diminta Tetap Semangat

Pengamat Ekonomi Kelautan Suhana mengatakan, kebijakan ekspor benih lobster ini sangat merugikan nelayan. Itu karena jenis lobster yang ekspor adalah lobster mutiara dan pasir. Di mana, kedua jenis lobster tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Sementara itu, jenis benih lobster yang dibudidayakan atau dikembangkan oleh nelayan Indonesia relatif kurang memiliki harga tinggi.

 Baca juga: Edhy Prabowo Nyatakan Mundur dari Kursi Menteri KKP, Berikut Pernyataan Lengkapnya

"Bagi nelayan kita justru sangat dirugikan, karena mereka tidak lagi bisa menangkap lobster untuk ukuran konsumsi. Dan bagi para pembudidaya lobster di Indonesia sendiri, saat ini banyak yang kekurangan benih, karena hampir sebagian besar benih untuk lobster yang nilai ekonominya tinggi itu diekspor ke Vietnam, jadi yang di ekspor itu lebih banyak lobster jenis mutiara dan pasir dan itu harganya tinggi," ujar Suhana dalam sebuah acara, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Dia juga mengatakan, kebijakan ekspor benih lobster tersebut pun tidak memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Sebab, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan ekspor tersebut nilai sangat kecil.

"Justru bagi negara manfaat kecil sekali karena misalnya PNBP-nya sendiri masih mengacu pada PP 75 tahun 2015, dan di mana nilainya sangat kecil sekali," kata dia.

Karena itu, Suhana mengakui bahwa dia adalah yang tidak sepakat sejak Edhy Prabowo aturan larangan ekspor benih lobster yang dibidik oleh eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

"Menurut saya pemikiran yang keliru, dari awal saya sudah menegaskan bahwa seharusnya kalau itu ilegal jamannya bu susi itu yang ilegal ditindak tegas, nah kenapa tidak ditindaklanjuti kebijakan, malah dilegalkan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini