China Borong 200 Juta Ton Batu Bara Indonesia

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317212 china-borong-200-juta-ton-batu-bara-indonesia-4L4BPsCGWZ.jpg Batu Bara (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Realisasi penjualan batu bara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor hijau dalam waktu tiga tahun mendatang.

Hal ini menyusul komitmen para importir China yang menyetujui pembelian batu bara Indonesia sebesar USD1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun dan tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) pada Rabu 25 November 2020.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, hasil kesepakatan akan mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.

"Saya optimis komoditas batubara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga: Permintaan Batu Bara Domestik Mulai Naik sejak Pertengahan 2020 

Agung menguraikan, kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu.

"Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan China dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara," jelasnya.

Sementara Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menguraikan, kesepakatan penjualan batu bara Indonesia ke China akan meningkatkan volume perdagangan.

"Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021" kata Hendra.

Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, sambung Hendra, kerja sama ini juga memfasilitasi para produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di China dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.

Ketua Umum APBI Pandu Sjahrir mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam mendorong kerjasama perdagangan dan investasi di sektor industri batu bara yang merupakan industri yang berkontribusi signifikan tidak hanya bagi penerimaan negara tetapi juga bagi ketahanan energi nasional.

"Dengan kerjasama ini, produsen batubara nasional optimis menatap tahun 2021 meskipun pasar batubara global diperkirakan belum akan pulih sepenuhnya seperti di tahun 2018-2019," ungkap Pandu.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kepabeanan China, total ekspor Indonesia ke China untuk produk Batubara, khususnya HS 2702, HS 2701 dan HS 2704, untuk periode Januari - September 2020 mencapai USD4,9 miliar, menurun dibandingkan dengan total ekspor tahun 2019 dalam periode yang sama sebesar USD5,8 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini