4 Fakta Bansos Cair Awal Januari 2021, Ini Perintah RI 1

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317242 4-fakta-bansos-cair-awal-januari-2021-ini-perintah-ri-1-GBYuGzperd.jpg Presiden Jokowi Minta Bansos Diberikan Awal 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Fokus pemerintah tahun depan atau 2021 adalah kesehatan dan sosial. Maka dari itu, program bantuan sosial akan terus diberikan hingga 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun secara khusus meminta Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara untuk segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) di awal tahun.

Okezone merangkum fakta-fakta bansos cair awal 2021, Sabtu (28/11/2020):

1. Awal 2021 Segera Berikan Bansos

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021. Salah satu pesannya adalah bansos segera diberikan awal tahun depan.

Baca Juga: BLT Rp1,2 Juta Ditransfer ke 10,4 Juta Pekerja, Netizen: Saya Enggak Cair

“Kemudian juga yang berkaitan dengan bantuan sosial. Ini pak Mensos, di awal Januari 2021 juga harus segera diberikan kepada penerima manfaat, kepada masyarakat,” katanya.

2. Perekonomian Bisa Terdongkrak

Presiden mengatakan, hal ini dilakukan agar dapat menggerakan ekonomi dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“(Ini) Agar belanja masyarakat meningkat, agar konsumsi masyarakat meningkat, sehingga juga menggerakan ekonomi di lapisan bawah,” ungkapnya.

Baca Juga: Senang Bukan Kepalang, Cerita Ade Bos Warung Kelontong Dapat BLT Rp2,4 Juta

3. Bansos Jadi Fokus 2021

Pada kesempatan itu juga, Jokowi menyampaikan bahwa perlindungan sosial menjadi salah satu fokus pemerintah tahun depan dari empat fokus yang ada.

“Yang kedua yang berkaitan dengan perlindungan sosial terutama bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan,” pungkasnya.

4. Bansos Tunai Jadi Rp200 Ribu

Bantuan sosial tunai (BST) akan diperpanjang hingga Juni 2021. Terkait besaran nilai bantuan akan menjadi Rp200.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Namun hal itu masih dalam pengkajian.

"Bisa disesuaikan menjadi Rp300.000 per KPM. Tergantung keputusan presiden. Kami mengusulkannya Rp300.000. Mudah-mudahan disetujui," kata Mensos Juliari.

Nilai BST Gelombang I sebesar Rp600.000 per KPM selama tiga tahap, yakni April hingga Juni 2020. Gelombang II sebesar Rp300.000 per KPM selama 6 tahap, yakni Juli hingga Desember 2020. Nilai bantuan disesuaikan karena situasi krisis membaik dan harga mulai stabil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini