Senang Bukan Kepalang, Cerita Ade Bos Warung Kelontong Dapat BLT Rp2,4 Juta

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316932 senang-bukan-kepalang-cerita-ade-bos-warung-kelontong-dapat-blt-rp2-4-juta-bNgqQp1Q36.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin kini tengah berupaya membangkitkan perekonomian Indonesia yang sedang terpuruk akibat wabah Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pemberian bantuan.

Bantuan dimaksud, tidak hanya menggelontorkan uang, tetapi juga melalui berbagai kebijakan yang memudahkan berusaha. Hal ini, merupakan salah satu solusi untuk kembali berjalannya roda perekonomian di Indonesia.

Baca Juga: Cara Lapor jika Belum Terima BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta

Terkait Banpres Produktif untuk Usaha Mikro dari presiden, saat ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, tak terkecuali Ade Irawan, salah seorang pelaku usaha warung kelontong di Kampung Warung, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ade adalah salah seorang penerima program Banpres Produktif untuk Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta lewat Kementerian Koperasi dan UKM yang penyalurannya ditransfer melalui Bank BRI.

Banpres Produktif tersebut, kata Ade, sangat bermanfaat untuk menambah modal usahanya yang selama pandemi ini mengalami penurunan yang cukup drastis.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Tak Kunjung Cair, BPJS: Wewenang yang Punya Anggaran

"Bagi saya sebagai penjual sembako kecil-kecilan di kampung, bantuan ini tentu saja sangat bermanfaat dan sangat membantu untuk kelangsungan usaha saya. Secara pribadi, saya sangat terharu dengan kepedulian pemerintah ini. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Koperasi dan UKM yang sudah menyalurkan bantuan ini hingga sampai ke tangan saya," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Menurut Ade, meskipun bantuan sebesar itu dinilainya tidak mencukupi, namun manfaat yang di dapat dinilainya sangat besar bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Sedangkan Supriatna, pelaku UKM yang bergerak di bidang kerajinan, berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu.

Dia mengaku, selama virus corona mewabah di hampir seluruh wilayah Indopnesia, usahanya mengalami kebangkrutan.

Berbagai jenis usaha yang diproduksinya, kini nyaris berhenti total. Padahal, kata Supriatna, sebelum pandemi berlangsung, dirinya hampir 24 jam memproduksi untuk memenuhi banyaknya permintaan. Namun kini, mesin produksinya berhenti total, tidak melakukan aktifitas karena tidak ada permintaan.

Adapun produksi yang digeluti Supriatna selama ini, adalah kerajinan dan cindera mata atau souvenir, label garmen yang terbuat dari kulit hewan, plakat yang terbuat dari aklirik. Bahkan di awal pandemi melanda Indonesia, Supriatna juga sempat memproduksi masker.

"Tapi kejayaan selama hampir dua tahun berjalan itu, sekarang jadi kenangan. Semua mesin yang saya punya tidak lagi memproduksi, karena tidak ada permintaan (pesanan)," keluh Supriatna.

Karena itu dia berharap, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, dapat memberikan perhatian kepada para pelaku usaha seperti dirinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini