Pulihkan Ekonomi, Indonesia-Malaysia-Thailand Perkuat Kerjasama

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317680 pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama-UhUflIVOVf.jpg Kerjasama Perdagangan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan terus memperkuat kerjasama dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand. Kerjasama ini tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, di tengah situasi pandemi ini, ketiga negara tetap berkomitmen untuk melaksanaan berbagai program kerja sama yang telah dicanangkan bersama. Di mana komitmen kerjasama tertuang dalam dokumen Cetak Biru atau Blueprint IMT-GT 2017-2021.

Baca Juga: RCEP Jadi Peluang RI Genjot Ekspor dan Investasi

“Pertemuan hari ini menunjukkan pentingnya kerja sama kawasan subregional dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat pandemi Covid-19. Kawasan ini merupakan para tetangga terdekat kita dan berbatasan langsung dengan Sumatra,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Hal ini untuk mencapai visi IMT-GT 2036 dalam menjadikan kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Berbagai kemajuan proyek-proyek konektivitas, kerja sama fasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama di sektor lainnya dilaporkan Deputi Rizal selaku Ketua Senior Officials IMT-GT tahun ini.

Salah satu bentuk penguatan konektivitas di kawasan adalah penyelesaian jalan tol rute Pekanbaru-Dumai yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 September 2020 lalu.

“Jalan tol rute Pekanbaru-Dumai akan mendukung konektivitas darat di Dumai sekaligus untuk mendorong operasionalisasi konektivitas laut Dumai-Melaka dengan kapal ro-ro (roll-on/roll-off),” jelasnya.

Ke depannya, ketiga neara ini akan terus mendorong agar target-target dalam Cetak Biru tersebut dapat segera tercapai. Mengingat, ketiga negara ini juga perlu untuk memulai penyusunan blueprint IMT-GT 2022-2026 dengan mengidentifikasi langkah-langkah strategis di masing-masing sektor, khusunya dengan memperhatikan kondisi global saat ini dan visi IMT-GT 2036.

Salah satu kerja sama yang akan didorong adalah transformasi digital melalui pengembangan platform niaga elektronik serta pemanfaatan teknologi yang inklusif, khususnya bagi UMKM, pengembangan food estate sebagai bagian dari program ketahanan pangan; serta mendorong kemajuan pariwisata di kawasan.

Indonesia juga mendorong dijadikannya IMT-GT sebagai kekuatan ekonomi halal di kawasan dan global, yang turut mendorong UMKM berorientasi ekspor di industri halal. Saat ini, kawasan IMT-GT telah berhasil mencetak sebanyak 4.054 UKM halal yang berorientasi ekspor hingga akhir Oktober 2020. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 3.000 UKM pada 2021.

“Kerja sama subregional IMT-GT memiliki sejumlah proyek kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mempersempit kesenjangan antar daerah, dan memajukan perekonomian Indonesia dan kawasan. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini