RCEP Jadi Peluang RI Genjot Ekspor dan Investasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 November 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314282 rcep-jadi-peluang-ri-genjot-ekspor-dan-investasi-Vo2i7bQsAb.jpeg Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA - Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) adalah tonggak bersejarah. Sebab, RCEP adalah pakta perdagangan terbesar saat ini.

Juru Bicara Menteri Perdagangan, Fithra Faisal Hastadi mengatakan, melalui RCEP akan memberikan efek berlanjut perekonomian bagi kinerja ekspor Indonesia. Sebab, akan banyak peluang yang didapatkan Indonesia.

Baca Juga: Perjanjian RCEP Diteken, Saatnya RI Ekspor Setinggi-tingginya

Sebab, peluang ekspor produk Indonesia ke 15 negara RCEP akan lebih terbuka. Apalagi anggota RCEP menyumbang 30% produk domestik bruto (PDB) global dan 28% perdagangan global.

"Banyak peluang yang bisa kita dapatkan dari RCEP ini, (misal) penetrasi ekspor ke pasar-pasar RCEP akan semakin terbuka, dan dengan demikian naiknya potensi ekspor ini juga akan mendatangkan investasi dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya," jelasnya.

 

Di sisi lain, perjanjian ini juga akan mempermudah Indonesia dalam mendapatkan bahan baku dari negara-negara anggota RCEP. Namun tetap dengan pengawasan yang ketat dari pemerintah.

"Ini memudahkan kita untuk mendapatkan akses bahan baku," kata dia.

Sehingga tidak perlu khawatir jika Indonesia akan kebanjiran barang dari luar, seperti China dan Australia. Sebab, nantinya 70%-80% impor Indonesia adalah bahan baku untuk industri.

"Jadi Pak Mendag Agus Suparmanto itu sudah berkomitmen dan mandat dari Pak Presiden Jokowi untuk selalu menjaga arus masuk yang impor ini, terutama yang bukan kebutuhan industri tidak terlalu membebani dari sisi industri dalam negeri. Nah dalam konteks itu data selalu kami pantau dan apabila ada peningkatan yang tajam tentu akan kami kelola dengan baik," kata Fithra.

Dengan demikian, tidak perlu lagi ada kekhawatiran kedepan Indonesia akan kebanjiran produk non industri dari negara-negara anggota RCEP. Adapun peserta RCEP terdiri dari 10 negara anggota ASEAN beserta lima negara mitra, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru

"Terkait daya saing, RCEP juga menyediakan peluang kerja sama teknis antara negara-negara RCEP untuk saling meningkatkan kapasitas UMKM yang selama ini memang sulit bersaing," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini