Anak Buah Sri Mulyani Pantau Fintech, Ada Apa?

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319813 anak-buah-sri-mulyani-pantau-fintech-ada-apa-hoG9bOajfh.jpg Fintech Indonesia Kian Berkembang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan industri teknologi keuangan digital atau financial technology (Fintech) sudah sangat berkembang di Tanah Air. Bahkan, dampaknya sangat besar terhadap transaksi online.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, fintech adalah teknologi pembayaran yang memungkinkan ekonomi digital bisa difasilitasi dengan baik.

Baca Juga: OJK Siapkan Izin Online, Dirikan Fintech Kini Semakin Mudah

"Maka itu, Fintech menjadi sesuatu yang perlu dicermati karena dampak yang luar biasa kita untuk pembayaran yang dipermudah," ujar dia dalam webinae dies natalis Universitas Trisakti, Selasa (1/12/2020).

Kemudian, lanjut dia, jumlah fintech di Indonesia semakin besar saat ini sudah ada 362 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Dan fintech ini sudah sangat besar yaitu mencapai Rp1.094 triliun di 2024.

Baca Juga: Meroket 68%, Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp144 Triliun

"Dan di tahun 2021 kita akan mencapai sekitar Rp740 triliun. Artinya ini sudah dua setengah kali lipat dari kondisi 3 tahun lalu," tandas dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengaku gembira dengan perkembangan industri teknologi keuangan (Financial Technology/Fintech) di Tanah Air. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, industri ini menunjukan perkembangan yang sangat cepat.

Dalam empat tahun terakhir penyelenggara fintech yang berbadan hukum di Indonesia mencapai hampir 500 penyelenggara. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai bentuk dan layanan.

"Perkembangan ini tentunya sangat signifikan, karena pada tahun 2016 hanya sekitar 24 penyelenggara fintech berbadan hukum yang terdaftar," ujarnya dalam acara penutupan Indonesia Fintech Summit 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini