Pesan untuk Para CEO Usai Kemenangan Joe Biden

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 455 2319550 pesan-untuk-para-ceo-usai-kemenangan-joe-biden-ZRPRh6DYCY.jpg CEO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

BOGOR – Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 telah selesai. Hasil tersebut menjadikan Joe Biden sebagai Presiden Terpilih AS untuk periode selanjutnya. Perbedaan pandangan politik perlu dihilangkan agar kegiatan sehari-hari di sana bisa kembali berjalan baik, khususnya kegiatan perusahaan.

Joe Biden dipastikan menjadi pemenang pada Pemilu AS dengan meraup 306 suara elektoral dengan persentase 51,1%. Pasca pemilu tersebut menunjukkan pula betapa terpecahnya masyarakat di AS karena berbeda pandangan politik. Perpecahan tersebut akan berdampak di segala bidang kehidupan, tak terkecuali pada kegiatan perusahaan.

Baca Juga: Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif 

CEO The Kung Group Jocelyn Kung mengatakan bahwa sekarang waktu yang tepat bagi para pemimpin perusahaan untuk menjangkau kembali karyawan-karyawan mereka. Hal itu bertujuan untuk menyatukan kembali persepsi agar kegiatan perusahaan tidak terganggu oleh konflik perbedaan pandangan politik.

"Ini mempengaruhi orang-orang pada tingkat yang sangat kompleks. Dan itu dapat menyebabkan produktivitas yang menurun, kemarahan, perilaku pasif-agresif atau cara-cara negatif lainnya dalam menangani konflik di tempat kerja. Bahkan jika seseorang tidak terlihat kesal atau cemas, mereka mungkin menutupinya," kata Kung, dilansir dari CNN Business, Selasa (01/12/2020).

Baca juga: Kepercayaan Meningkat, CEO Dunia Prediksi Ekonomi Meroket di 2021

Membangun komunikasi antara CEO dan karyawannya dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan strategis. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan para pemimpin perusahaan agar bisa menjalin komunikasi baik dengan staf dan karyawannya.

1. Pendekatan Empati

Para pemimpin perusahaan perlu mengedukasi karyawannya bahwa betapa sulitnya periode setelah pemilu ini bagi semua orang. Dengan melakukan pendekatan empati yang tulus, komunikasi antara CEO dan karyawannya akan terjalin dengan baik kembali.

Pemimpin perusahaan perlu memberi ruang kepada karyawannya, baik dalam kondisi formal ataupun nonformal dengan menanyakan kabar mereka. Dengan begitu para karyawan akan jelas mengetahui tujuan dari tindakan tersebut.

 

"Tidak ada yang suka ambiguitas. Undang kecemasan itu ke dalam ruangan dan biarkan dia bernapas," saran Kung.

Selain itu, para CEO juga bisa menyisipkan catatan kecil yang mungkin dikirimkan kepada staff mereka. Todd McKinnon, CEO Layanan Cloud Okta mengatakan, meyakinkan karyawan dengan memberikan catatan kecil, baik melalui email maupun sticky note akan membuat komunikasi bisa kembali berjalan dengan baik.

2. Jangkau Karyawan

Setelah melakukan pendekatan empati dengan karyawan, berusahalah untuk menjangkau mereka. Dengan menjangkau perusahaan dapat memperkuat kembali nilai dan harapan perusahaan pada mereka.

CEO Delta Airlines, Edd Bastian melakukan langkah ini dengan memberikan notes pada karyawannya dengan pesan “A Time for Unity” atau “Waktunya untuk Bersatu”. Dengan begitu, sikap toleransi dan menghargai satu sama lain akan kembali terbangun.

"Sangat penting bagi kita untuk selalu mendengarkan dan berempati, tetapi penting juga untuk mengetahui bahwa perilaku tidak hormat terhadap karyawan atau pelanggan kita oleh siapa pun tidak akan pernah ditoleransi," tulis Bastian.

3. Saling Mengingatkan

Setelah dua langkah sebelumnya dapat dilakukan dengan baik, maka perlu rasa saling mengingatkan sebagai sebuah keluarga perusahaan agar bisa kembali bekerja dan bersinergi dengan baik sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

“CEO harus hadir dengan membawa persatuan agar tidak terjadi kecemasan,” turu Kung.

Tim Ryan, Chairman of PwC mengatakan bahwa ia sudah mengingatkan staff dan karyawannya agar tetap fokus pada tujuan perusahaan sehari setelah pemilu usai. Dia melakukan hal tersebut dengan cara mereview pencapaian perusahaan yang telah didapat dari tahun sebelumnya. Dengan begitu mereka akan kembali fokus dengan apa yang dilakukan dan dapat kembali bekerja secara tim agar tugas-tugas yang dimiliki dapat terlaksana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini