Hati-hati, Produksi Beras Berpotensi Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320343 hati-hati-produksi-beras-berpotensi-turun-HCevSlTeUu.jpg Beras (okezone)

JAKARTA - Stok beras memang saat ini masih aman hingga pertengahan tahun 2021 mendatang. Namun, diperkirakan produksi beras akan mengalami penurunan.

Pengamat Ekonomi Pertanian dari Universitas Unila Lampung, Prof Bustanul Arifin, pandemi virus corona (covid-19) membuat performa pertumbuhan tanaman pangan mengalami peningkatan. Hal ini berpengaruh pada kapasitas dan keberlanjutan produksi.

 Baca juga: Semua Harga Beras Turun Sepanjang November 2020

"Hal tersebut muncul karena meningkatnya performa pertumbuhan tanaman pangan dan hortikultura di masa pandemi COVID-19 ini, tentu ini menyebabkan kapasitas dan keberlanjutan produksi merupakan masalah yang serius," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Salah satu yang berpotensi mengalami gangguan adalah pada komoditas pangan utama yakni beras. Diperkirakan kapasitas produksi atau produktivitas dari beras akan menurun.

 Baca juga: Tenang Ya, Stok Beras Aman hingga Juni 2021

"Pada konteks beras, terdapat kemungkinan kapasitas produksi turun, produksi beras dan produktivitas turun," ucapnya.

Apalagi lanjut Bustanul, sistem produksi beras sangat rentan terhadap gangguan ketersediaan dan konservasi sumber daya air. Oleh karena itu, dirinya berharap akan ada peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang.

"Sistem produksi sangat rentan terhadap gangguan ketersediaan air, konservasi sumber daya air, dll, yang menyebabkan peningkatan kapasitas sangat dibutuhkan untuk masa depan," jelasnya.

Selain itu, turunya produksi pangan termasuk beras juga terjadi karena adanya kemungkinan adanya kelelahan lahan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan untuk investasi pada sanitasi tanah hingga sistem rotasi pada tanah.

"Selain itu keberlanjutan pertanian pangan terancam, karena terdapat kemungkinan lahan kelelahan. Investasi sanitasi tanah, pola tanam ramah lingkungan, sistem rotasi tanaman, tumpang sari, pemberdayaan petani dan kelembagaannya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini