Potensi Zakat Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi RI

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320404 potensi-zakat-bisa-bantu-pemulihan-ekonomi-ri-ySfWp9akTF.jpg Potensi Zakat untuk Bantu Pemulihan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat mengatakan, keuangan Islam memiliki potensi kuat dalam mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi. Selain itu, keuangan Islam bisa menjadi instrumen yang membantu kelompok miskin, membutuhkan, dan rentan di tengah pandemi Covid-19.

"Zakat memiliki potensi besar dalam mengurangi biaya fiskal pemerintah dalam menghadapi Covid-19, terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat miskin, yang membutuhkan, dan yang terdampak," ujar Sutan dalam video virtual di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Wapres: Saya Yakin Zakat Ditangani Serius Umat Islam Sejahtera

Hal ini mengingat status Indonesia sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia. Penghargaan ini terkait dengan amal berbasis agama (World Giving Index 2019).

"Indonesia juga adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, dengan 87% populasi Muslim," ungkap Sutan.

Baca Juga: Ingin Bayar Zakat Mal? Begini Cara Menghitungnya

Sutan juga menyebutkan bahwa potensi pengumpulan zakat tahun 2019 adalah sebesar Rp233,84 triliun atau sekitar USD14,9 miliar. Sementara itu, pengumpulan aktualnya sekitar Rp10 triliun melalui Amil formal.

"Perlu dicatat juga bahwa pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah di Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 36,2% selama tahun 2002 hingga 2019," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia sampai saat ini belum dapat mengonversi potensi besar dana sosial yang sesungguhnya dapat menjadi sebuah kekuatan finansial alternatif yang dapat menopang aspek fiskal untuk kesejahteraan umat di Tanah Air.

Untuk itu, akan dilakukan gerakan inovatif dalam pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk nantinya pengelolaannya dapat dialokasikan untuk membiayai program-program sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya meyakini, zakat, infak, shadaqah dan wakaf apabila ditangani dengan serius dapat menjadi pilar kuat pelaksanaan program kesejahteraan umat Islam di Indonesia," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini