Share

5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Melamar Kerja

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 622 2321007 5-hal-yang-perlu-disiapkan-sebelum-melamar-kerja-4RGkptvgvS.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

BOGOR – Saat perekrutan suatu pekerjaan dibuka, orang akan berbondong-bondong untuk melamarnya. Segala persyaratan dan teknis administrasi lainnya akan berusaha dipenuhi agar pekerjaan yang diidamkan bisa didapat.

Bagi mereka yang baru saja lulus (fresh graduate) dari pendidikannya, baik kuliah ataupun sekolah akan berusaha mencari pekerjaan untuk mendapatkan pengalaman dan juga penghasilan. Dengan keyakinan yang dimiliki, para fresh graduate ini optimis akan mudah mendapatkan pekerjaan. Namun, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum melamar pekerjaan pada suatu perusahaan.

Dilansir dari Hercampus, Jumat (4/12/2020), terdapat 5 hal yang perlu disiapkan ketika ingin melamar kerja ketika rekrutmen perusahaan dibuka.

Baca Juga: Ngantuk saat Kerja? Coba Cara Ini agar Tak Ditegor Bos

1. Buat Daftar Keterampilan

Beth Hendler-Grunt, President of Next Great Step, sebuah perusahaan pembinaan perguruan tinggi ke karier mengatakan, sebuah keterampilan bukanlah kemampuan untuk bekerja keras, tetapi lebih ke keahlian untuk menganalisis, menulis, membuat kode, dan memecahkan masalah.

Kemudian, berikan contoh dari keahlian yang tunjukkan. Jika menunjukkan kemampuan untuk menulis, setidaknya berilah satu sampai dua contoh untuk dipresentasikan kepada seseorang untuk membuktikan fakta tersebut. Siapkan juga contoh tambahan untuk memperkuat argumen yang diberikan.

Dari situlah, para fresh graduate akan mudah menemukan pekerjaan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

Baca Juga: 4 Cara Memilih Karier bagi Fresh Graduate

2. Siapkan Resume dan Surat Lamaran

“Jika seseorang memulai dari awal yang absolut, buat resume dan templat surat lamaran. Saya menemukan orang-orang tidak meluangkan cukup waktu untuk memikirkannya di awal, atau mereka menghabiskan terlalu banyak waktu," kata Judy Panagakos dari Early Stage Careers.

Panagakos juga mengatakan, buatlah resume yang sederhana dan memuat informasi penting mengenai diri sendiri. Menurutnya, banyak orang hanya membaca resume dengan sangat cepat. Jadi sangat penting untuk mempermudah perekrut membaca resume yang diajukan dan jangan buat berhalaman-halaman.

 

Selain itu Panagakos turut merekomendasikan untuk tidak membuat resume dalam bentuk grafik karena banyak perusahaan besar yang menggunakan sistem tertentu. Biasanya sistem tersebut berupa pemindaian kata kunci dari resume yang diajukan sebelum dibaca oleh para perekrut. Menampilkan resume dalam bentuk grafika akan membingungkan sistem tersebut dan kemungkinan resume yang diberikan tidak akan ditampilkan kepada perekrut.

Kemudian, para pelamar ini bisa membuat draf template untuk membuat surat lamaran. Surat tersebut diajukan berdasarkan dengan posisi yang diajukan.

3. Koneksi

Panagakos mengatakan, setiap orang yang diajaknya bicara kalau jaringan adalah bagian yang sangat penting. Walaupun terdengar tidak wajar, jaringan adalah bagian kecil dari proses ini.

"Anda perlu membantu orang dan mereka perlu membantu Anda," catat Panagakos.

Kemudian, Paula Kurtzman, seorang pelatih karir menuturkan, terdapat sumber daya tertentu yang dapat digunakan para fresh graduate untuk mencari pengalaman kerja., seperti keluarga, kerabat, atau mantan pimpinan.

Hendler Grunt berpendapat juga bahwa seorang fresh graduate juga bisa menghubungi alumninya untuk mendapatkan pekerjaan. Setelah mendapatkan koneksi tersebut, segera mintalah wawancara informasional. Jangan mengucapkannya sebagai "Saya ingin pekerjaan di perusahaan Anda". Sebaliknya, beritahu mereka, "Saya tertarik untuk mendengar tentang hal-hal yang Anda lakukan."

4. Persiapkan Wawancara

Persiapkanlah wawancara kerja yang akan dilakukan dengan seolah-olah akan langsung bekerja esok harinya. Cara ini sangat berpengaruh ketika wawancara kerja benar-benar dilakukan.

Selain itu, lakukanlah riset pada perusahaan yang dituju. Biasanya ketika interview berlangsung, pelamar akan diuji pengetahuannya tentang perusahaan yang ia pilih. Namun, sekarang banyak perusahaan yang tidak melakukan interview secara langsung. Para pelamar harus menguasai cara penggunaan aplikasi pertemuan virtual supaya bisa melakukan wawancara dengan lancar.

Demikian pula, pelamar dapat mempersiapkan poin pembicaraan "masalah, tindakan, hasil", seperti yang disarankan Kurtzman. Para perekrut ingin mengetahui bagaimana si pelamar menangani berbagai situasi. Jadi, Kurtzman menyarankan untuk memiliki beberapa contoh dari berbagai masalah yang ditemui, tindakan yang diambil untuk menyelesaikannya, dan hasil yang dicapai.

5. Sabar dan Optimis

Hendler Grunt menjelaskan, kemungkinan para pelamar akan merasa putus asa ketika melakukan seluruh proses pencarian dan perekrutan pekerjaan dan itu hal yang wajar. Kesabaran dan kegigihan perlu dimiliki agar rasa percaya diri akan timbul dalam diri.

Lalu, Kurtzman juga menyarankan untuk melakukan setiap pencatatan setiap aktivitas yang dilakukan. Dengan begitu, proses untuk mengevaluasi kegiatan bagi para pelamar akan mudah dilakukan. Dari hasil tersebut pula bisa dijadikan bahan pelajaran dan pembuatan strategi baru jika hasil yang diinginkan tidak tercapai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini