Produksi Minyak Sawit Tahun Depan Diramal Cuma Naik Tipis

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321495 produksi-minyak-sawit-tahun-depan-diramal-cuma-naik-tipis-p4rDqut3dF.jpg Produksi Sawit (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksi produksi minyak sawit mentah (CPO) di tahun 2021 akan naik 3,5% dari tahun sebelumnya atau mencapai 49 juta ton.

Wakil Ketua Umum III Gapki Togar Sitanggang mengatakan, proyeksi ini dilakukan dengan hati-hati dan juga mempertimbangkan kemungkinan gelombang kedua dan ketiga serta ketersediaan dan distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Diperkirakan produksi minyak sawit meningkat sekitar 3,5% dan konsumsi industri makanan meningkat sekitar 2,5%," ujarnya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Berlakukan Pungutan Ekspor Progresif CPO, Ini Rinciannya 

Togar melanjutkan, permintaan minyak sawit untuk industri oleochemical masih akan tetap tinggi. Sementara kinerja ekspor sawit akan sangat bergantung terhadap kondisi ekonomi global, namun diperkirakan akan meningkat hingga 11,5% jika kondisi ekonomi mulai berangsur pulih.

 Ekspor CPO Sepanjang Tahun Ini Diprediksi Turun 5%

Untuk konsumsi biodiesel akan ditempatkan pada dua skenario, yaitu pada B30 dan B20. Togar menuturkan, jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan mandatori B30 di tahun 2021, maka akan ada peningkatan konsumsi sekitar 12% dan mendorong harga minyak sawit menjadi 750-850 USD/mt.

Namun jika pemerintah kembali kepada B20 maka akan ada penurunan konsumsi sekitar -25%, yang diperkirakan akan membentuk harga sawit di kisaran 600-700 USD/mt.

"Pada paruh pertama, konsumsi domestik ekspor mungkin tidak sama dengan tahun ini. Namun diharapkan pada paruh kedua kondisi akan membaik," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini