3 Tren Desain Rumah yang Tak Perlu Diikuti Lagi

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 470 2321747 3-tren-desain-rumah-yang-tak-perlu-diikuti-lagi-9CYhdN3Dtf.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA – Saat mendesain interior, kebanyakan orang mungkin akan terpaku pada aturan desain. Ada begitu banyak aturan tentang pemilihan furnitur dan dekorasi. Namun, ternyata tak semua aturan tersebut harus diikuti loh.

Sebagian orang mungkin pernah mendapatkan tips dan larangan tentang furnitur dan dekorasi yang pada akhirnya bisa mengintimidasi selera gayanya sendiri. Aturan tentang desain interior telah menjadi kebiasaan dan pada dasarnya bukanlah hal yang buruk. Tapi haruskah semuanya diterapkan?

 Baca juga: Ruang Tamu vs Ruang Keluarga, Serupa Namun Tak Sama

Dilansir dari House Beautiful, Jakarta, Jumat (4/12/2020), para profesional mengungkapkan beberapa aturan desain yang sebenarnya tidak perlu diikuti.

1. Gunakan Lapisan Logam yang Sama di Seluruh Ruangan

Megan Bachmann, seorang desainer interior yang berbasis di California mengatakan bahwa logam tampaknya sudah ketinggalan zaman sekarang. Dia suka mencampur logam di hampir setiap ruangan dan menghadirkan suasana yang segar dan terkini. Dabito, creative force di balik Old Brand New setuju dengan pernyataan Bachmann. Menurutnya tidak cukup banyak orang yang melawan aturan tradisional ini.

 Baca juga: 4 Cara Mendesain Kamar agar Tidur Nyenyak

Belum pernah mencampurkan emas dan perak? Ada beberapa trik agar pilihan desain ini terlihat mulus. Pertama, pastikan logam yang berbeda ternyata sangat berbeda. Krom perak mengkilap dan nikel kuas terlalu dekat sehingga pemasangannya akan terlihat tidak disengaja dan bentrok, bukan disengaja. Megan juga menyarankan untuk membiarkan satu logam menjadi warna utama sementara yang lainnya adalah aksen.

2. Ikuti Panduan 60-30-10 Untuk Warna

Aturan 60-30-10 mengacu pada penggunaan warna utama. Warna utama di 60 persen ruangan pada dinding, furnitur besar atau karpet. Warna sekunder di 30 persen ruangan pada furnitur yang lebih kecil potongan, perawatan jendela, dan bantal. Warna aksen di 10 persen ruangan pada lampu, atau hiasan.

Tujuan aturan ini adalah memudahkan orang untuk merasa percaya diri saat mengecat atau membeli barang berukuran besar. Namun, dalam karya desain pada blog Dabito, dia tidak membatasi jumlah atau intensitas warna yang dia masukkan ke dalam ruang mana pun. Ia tidak benar-benar mengikuti aturan tesebut.

3. Semua Warna Kayu Harus Cocok

Menurut Megan, kayu tidak harus serasi. Furnitur kayu yang serasi bisa terlihat murahan dan membosankan. Meski begitu, dia mengatakan bahwa aturan ini sulit dilanggar oleh beberapa kliennya. Dia menunjukkan bahwa mencampur kayu yang berbeda dapat membuat ruangan tampak seperti menyatu.

Selama tidak tinggal di kabin kayu dengan kain tanpa kain pelapis, mencampur lapisan kayu pada furnitur tidak menjadi hal yang buruk. Setelah memberi warna pada dinding, kain pelapis dan karya seni, semua lapisan kayu akan berfungsi sebagai latar belakang yang cukup netral di ruangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini